Materi sosiologi kelas XI Integrasi dan Reintegrasi Sosial
Integrasi
dan Reintegrasi
Sosial
1. Integrasi Normatif
“Integrasi sosial sebagai solidaritas yang
tinggi dan identifikasi mutual”
"Reintegrasi merupakan suatu proses sosial
dalam menyatukan kembali pihak-pihak
yang berkonflik untuk berdamai atau
bersatu
kembali seperti kondisi sebelum terjadi
konflik.
Integrasi
Sosial
Integrasi sosial adalah proses penyesuaian
unsur-unsur yang berbeda dalam
masyarakat
sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-
unsur yang berbeda tersebut dapat meliputi
perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik,
agama, bahasa, kebisaaan, sistem nilai, dan
norma.
Syarat
terwujudnya
integrasi
sosial
qAnggota-anggota masyarakat merasa
berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan
di antara mereka.
qMasyarakat berhasil menciptakan
kesepakatan (consensus) bersama mengenai
norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan
dan dijadikan pedoman
qNorma-norma dan nilai sosial itu berlaku
cukup lama, tidak mudah berubah, dan
dijadikan secara konsisten oleh seluruh
anggota masyarakat.
Faktor-faktor
yang
mempengaruhi
cepat lambatnya proses integrasi
sosial
qHomogenitas kelompok
qBesar kecilnya kelompok
qMobilitas geografis
qEfektivitas komunikasi
Proses integrasi
sosial
Proses integrasi dapat dilihat melalui proses-proses berikut:
1.Proses Interaksi
Proses interaksi merupakan proses paling awal untuk membangun suatu kerja sama dengan ditandai adanya kecenderungan-kecenderungan positif yang dapat melahirkan aktivitas bersama.
2.Proses Identifikasi
Proses interaksi dapat berlanjut menjadi proses identifikasi manakala masing-masing pihak dapat menerima dan memahami keberadaan pihak lain seutuhnya. Pada dasarnya, proses identifikasi adalah proses untuk memahami sifat dan keberadaan orang lain.
3.Kerjasama (Kooperation)
Menurut Charles H Cooley mengatakan bahwa kerja sama timbul apa bila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut melalui kerja sama,kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang berguna.
4.Proses Akomodasi
Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan,sehingga lawan tersebut kehilangan kepribadiannya
5.Proses Asimilasi
Asimilasi merupakan suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
Syarat-syarat
kebudayaan
asing agar
mudah diterima
qTidak ada hambatan geografis, seperti
daerah yang sulit dijangkau
qKebudayaan yang datang memberikan
manfaat yang lebih besar bila
dibandingkan dengan kebudayaan yang
lama.
qAdanya persamaan dengan unsur-unsur
kebudayaan lama
qAdanya kesiapan pengetahuan dan
keterampilan tertentu
qKebudayaan itu bersifat kebendaan
Faktor-Faktor
Pendorong
Integrasi
Sosial
üToleransi terhadap perbedaan
üKesempatan yang seimbang dalam bidang
ekonomi
üSikap saling menghargai orang lain
üSikap terbuka dari golongan yang berkuasa
dalam masyarakat
üPersamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
üPerkawinan campuran (amalgamation)
üAdanya musuh bersama dari luar
Reintegrasi
Sosial
Perubahan yang terjadi pada lembaga-
lembaga kemasyarakatan dapat
membuat pudarnya norma-norma dan
nilai-nilai dalam masyarakat. Kondisi
ini oleh Soerjono Soekanto disebut
sebagai disorganisasi atau disintegrasi
sosial. Apabila terjadi disintegrasi
sosial, situasi di dalam masyarakat itu
lama-kelamaan akan menjadi chaos
(kacau). Pada keadaan demikian, akan
dijumpai anomie (tanpa aturan).
Dalam kebingungan tersebut,
masyarakat berusaha untuk kembali
pada tahap integrasi dimana lembaga
politik, ekonomi, pemerintahan,
agama, dan sosial berada didalam
keadaan yang selaras, serasi, dan
seimbang. Proses ini disebut dengan
reintegrasi. Dalam pandangan
Sukanto, reintegrasi atau reorganisasi
adalah proses pembentukan kembali
norma-norma dan nilai-nilai baru
untuk menyesuaikan diri dengan
lembaga-lembaga yang mengalami
perubahan.
Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial
1. Integrasi Normatif
Integrasi normatif dapat diartikan sebagai bentuk integrasi yang terjadi
akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat.
2. Integrasi Fungsional
Integrasi fungsional terbentuk karena ada fungsi-fungsi tertentu dalam
masyarakat. Dengan mengedepankan fungsi dari masing-masing pihak
yang ada dalam sebuah masyarakat.
3. Integrasi koersif
Integrasi koersif terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki
penguasa. Dalam hal ini penguasa menerapkan cara-cara koersif
(kekerasan).
Komentar
Posting Komentar