Contoh MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA JELAJAH NUSANTARA
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
JELAJAH NUSANTARA
INFORMASI UMUM |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. IDENTITAS
MODUL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Penyusun : Jenjang Sekolah : Mata Pelajaran : Bahasa
Indonesia Fase / Kelas : D / 7 Alokasi Waktu : 6 JP (Pertemuan Ke-1) Tahun Penyusunan : 2023 - 2024 Elemen CP : Membaca dan Memirsa Peserta
didik mampu mengevaluasi informasi melalui penilaian ketepatan gagasan,
pikiran, arahan, pandangan, atau pesan dari teks deskripsi, laporan, narasi,
rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi, dari teks tulis, visual,
audiovisual dengan membandingkan informasi tersebut dengan pengalaman dan
pengetahuannya. Peserta didik juga mampu menilai pemilihan diksi, kosakata,
serta cara penyajian data sesuai dengan tipe teks dan tujuan penulisan pada
teks fiksi dan informasional secara sederhana. Peserta didik menilai elemen
intrinsik seperti alur dan perubahan sikap tokoh dalam teks fiksi. Peserta
didik mulai mampu menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi
informasi pada teks yang sesuai jenjangnya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. KOMPETENSI
AWAL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Menemukan informasi eksplisit
pada teks deskripsi dan menyimpulkannya melalui kegiatan menjawab pertanyaan
dengan tepat. § Mengidentifikasi gaya
penulisan teks deskripsi di media sosial dengan menuliskan kalimat ungkapan
yang menyapa pembaca dengan baik. § Mengembangkan pemahamannya
terhadap kata-kata yang jarang muncul dengan menemukan arti kata pada kamus
secara mandiri dan tepat |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C.
PROFILPELAJAR PANCASILA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Mandiri § Bernalar kritis § Kreatif. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. SARANADAN PRASARANA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Sumber Belajar Utama :
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021, Bahasa Indonesia, Buku Siswa SMP Kelas VII, Penulis: Rakhma Subarna,
Sofie Dewayani, C. Erni Setyowati. § Sumber Belajar Pendukung :
Wordpress Laman Badan Bahasa Kemendikbud, KBBI, YouTube, |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. TARGET PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Peserta didik
reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar. § Peserta didik dengan
pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai
keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. MODEL PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Model pembelajaran tatap
muka, |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
G. POKOK MATERI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Mengakses Informasi dan
Mengambil Simpulan dari Teks Deskripsi § Mengenali Gaya Penulisan pada
Teks Deskripsi di Media Sosial. §
Menjelajahi Arti Kata Menggunakan Kamus |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
KOMPNEN INTI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. TUJUAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Peserta didik dapat menemukan
informasi eksplisit pada teks deskripsi dan menyimpulkannya melalui kegiatan
menjawab pertanyaan dengan tepat. § Peserta didik
mengidentifikasi gaya penulisan teks deskripsi di media sosial dengan
menuliskan kalimat ungkapan yang menyapa pembaca dengan baik. § Peserta didik mengembangkan
pemahamannya terhadap kata-kata yang jarang muncul dengan menemukan arti kata
pada kamus secara mandiri dan tepat. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B.
PEMAHAMAN BERMAKNA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C.
PERTANYAAN PEMANTIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Mengapa teks deskripsi
penting bagi kita? § Apa saja unsur teks deskripsi
yang baik? § Bagaimana menyajikan teks
deskripsi yang baik? |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. SIAP-SIAP BELAJAR |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Bapak dan Ibu Guru,
peserta didik akan memahami pembelajarandengan lebih mudah apabila mereka
diajak untuk berpikir tentang temapembelajaran. Peserta didik dapat
mengaktifkan pengetahuan latarmereka dengan mencurahkan hal yang telah mereka
ketahui tentangtema pembelajaran. Gambar pada pembuka Bab I dapat digunakan
untukmemediasi diskusi dengan peserta didik. Gunakan tabel pada Buku
Siswauntuk mengeksplorasi pengetahuan mereka tentang benda-benda
yangditampilkan pada gambar dan benda-benda yang belum mereka ketahui. Peserta didik juga
dapat menambahkan pertanyaan tentang benda yangbelum diketahui. Kegiatan
curah gagasan ini dapat dilakukan secaraindividual. Namun demikian, guru
dapat melakukannya dalam diskusiklasikal untuk seluruh kelas. Kegiatan
klasikal ini membiasakan pesertadidik dengan aturan berdiskusi dan
menyampaikan pendapat. Selain itu,guru dapat memperagakan proses berpikir
ketika memirsa gambar kepadaseluruh peserta didik di kelas. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kegiatan Awal a. Guru membuka kegiatan dengan
aktifitas rutin kelas, sesuai kesepakatan kelas ( menyapa, berdoa, dan
mengecek kehadiran ). b. Kelas dilanjutkan dengan do’a
dipimpin oleh salah seorang siswa. c. Siswa diingatkan untuk selalu
mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan manfaatnya bagi tercapai
cita-cita d. Menyanyikan lagu Garuda
Pancasila atau lagu nasional lainnya. Guru memberikan penguatan tentang
pentingnya menanamkan semangat Nasionalisme. e. Pembiasaan membaca/ menulis/
mendengarkan/ berbicaraselama 15-20 menit materi non pelajaran seperti tokoh
dunia, kesehatan, kebersihan, makanan/minuman sehat ,cerita inspirasi dan
motivasi. f. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.. Kegiatan Inti Kegiatan 1: Mengakses Informasi dan Mengambil Simpulan dari Teks Deskripsi. Sebelum Membaca: a. Peserta didik dapat diminta untuk duduk dalam kelompok sebelum
mereka membaca bacaan “Pantan Terong yang Insta gramable” secara mandiri. b. Guru dapat memperagakan teknik menganotasi. Guru membacakan nyaring
beberapa kalimat, lalu berhenti atau mengulang frasa yang belum dipahami.
Guru menunjukkan cara menandai frasa tersebut, kemudian mencatatnya. Selama Membaca: a. Guru berkeliling untuk menjawab pertanyaan peserta didik tentang
kata atau frasa yang belum dipahami. b. Guru juga dapat menawarkan bantuan kepada peserta didik yang
terlihat mengalami kesulitan membaca. Setelah Membaca: a. Dalam kelompok, minta peserta didik menganalisis teks deskripsi
“Pantan Terong yang Instagramable” dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan
mengakses informasi (nomor 1 dan 2) dan membuat simpulan (nomor 3, 4, dan 5)
dalam buku peserta didik. b. Kata-kata Instagramable, blog, adalah istilah media sosial yang saat
ini tak asing bagi peserta didik SMP. Namun, bukannya tak mungkin peserta
didik belum mengenal istilah tersebut karena terbatasnya aksesnya kepada
jaringan internet. Tanyakan kepada peserta didik siapa yang mengenal istilah
sosial media tersebut, dan minta mereka menjelaskan kepada teman sekelasnya. Kegiatan 2: Mengenali Gaya
Penulisan pada Teks Deskripsi di Media Sosial a.
Sebagian peserta didik di
kelas Bapak dan Ibu mungkin adalah pembaca dan pengguna media sosial. Namun
demikian, bukan tidak mungkin Bapak dan Ibu memiliki peserta didik yang belum
pernah mengeksplorasi media sosial. b.
Guru dapat menunjukkan contoh
ragam tulisan di media sosial dan mengamati gaya penulis menyapa pembaca.
Tunjukkan pula gaya penulis berkomunikasi dengan akrab kepada pembaca. Ketika
memilih tulisan di media sosial, pilihlah tulisan dengan topik yang sesuai
dengan pemahaman dan minat peserta didik. Berikut adalah contoh
jawaban peserta didik tentang ungkapan akrab yang digunakan Rafa dalam
blognya. 1. Kata paman, kalian juga dapat
menikmati pelangi yang muncul setelah hujan. Wah, aku jadi penasaran. Lain
kali aku harus ke sini lagi. 2. Setelah berswafoto, apa lagi?
Di sini kalian pun dapat mencicipi aneka jenis sajian kopi asli Tanah Gayo. 3. Segera berwisata ke Aceh dan
menikmati kecantikan Pantan Terong, ya! Selain ketiga jawaban di atas, tentunya peserta didik dapat menunjukkan
ungkapan lain pada tulisan Rafa yang terasa akrab bagi peserta didik. Kegiatan 3: Menjelajahi Arti Kata
Menggunakan Kamus a.
Penguasaan kosakata membantu
peserta didik memahami isi bacaan. b. Peserta didik dapat
diperkenalkan dengan beberapa strategi memahamiarti kosakata yang belum
dipahami, salah satunya adalah menavigasikamus dan tesaurus. a. Untuk memperdalam
pengetahuan peserta didik tentang Pantan Terong, tentunya guru dapat
menampilkan gambar atau video yang menyajikan keindahan tempat wisata ini. b. Untuk memperdalam makna dan
penggunaan kata 'swafoto', 'suvenir', 'kontras', dan 'perajin', guru meminta
peserta didik mengisi kalimat rumpang yang terdapat di bawah wacana tersebut
setelah meminta peserta didik mencari arti kata tersebut. Peserta didik dapat
mempelajari kamus secara individual apabila jumlah kamus memungkinkan, atau
melakukannya dalam kelompok. Alternatifnya, guru dapat meminta peserta didik
mencari kata dalam kamus bergantian lalu membaca artinya dengan lantang ke
seluruh teman di kelas. c. Catatlah partisipasi dan
kemampuan peserta didik dalam lembar penilaian berikut ini. Guru tentunya
dapat mengembangkan lembar
penilaian yang berbeda. Kegiatan Penutup a. Menyimpulkan pembelajaran
bahwa Dengan meminta siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terkait dengan
materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. b. Guru Bersama siswa menutup
kegiatan dengan doa dan salam. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. REFLEKSI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kegiatan refleksi pada akhir Bab I ini bertujuan untuk: a. Memetakan
kemampuan peserta didik kelas tujuh di awal tahun ajaran sebagai masukan bagi
guru untuk merumuskan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi
tiap peserta didik pada bab berikutnya dan b. Menilai efektifitas strategi
dan metode pembelajaran yang dipilih guru dan merumuskan cara untuk
menyempurnakannya pada bab berikutnya. Kedua tujuan ini diperinci pada bagian berikut. A. Memetakan Kemampuan Awal Peserta didik 1. Pada akhir Bab I ini, guru telah melakukan
penilaian formatif untuk memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan
mereka dalam: a. Mengembangkan pemahamannya terhadap
kata-kata yang jarang muncul dengan menemukan arti kata pada kamus secara
mandiri dan tepat, b. Menilai efektivitas informasi dengan
berlatih menganalisis deskripsi teks dan visual dalam pamflet dengan kritis, c. Menganalisis ragam teks deskripsi lisan
dengan membandingkan ciri-ciri kalimat yang menjelaskan objek yang berbeda
dengan baik, dan d. Mmenulis teks deskripsi sederhana dengan
berlatih menjelaskan benda kesukaannya dengan baik, sesuai dengan konteks dan
pembaca. Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk
merumuskan strategi pembelajaran pada bab berikutnya. Peserta didik yang
belum memenuhi tujuan pembelajaran perlu mendapatkan pendampingan khusus
dalam kegiatan pengayaan pada bab berikutnya. 2. Rumuskan kemampuan peserta didik tersebut
dalam data pemetaan sebagai berikut (diisi dengan skor yang diperoleh peserta
didik pada setiap kegiatan). Tabel 1.13 Tabel
Pemetaan Kemampuan Peserta Didik
1: kurang 2:
cukup 3:
baik 4: sangat baik 3. Merujuk kepada tabel ini, guru merencanakan
pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik
untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok
kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu
merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat
khusus atau kemampuan belajar di atas teman-temannya. Dengan demikian,
penilaian akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang
terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik. Guru juga perlu mendampingi peserta didik
melakukan refleksi terhadap kemampuan dan proses belajar mereka.
Guru mendampingi peserta didik merefleksi
kemampuannya pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan berikut: a. Apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya
dengan mandiri? b. Apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya
dengan terlebih dulu bertanya kepada teman atau guru, atau melihat teman
melakukannya? c. Apakah kegiatan tersebut tidak dipahaminya
sama sekali atau tidak dapat dilakukannya tanpa bantuan teman atau guru? Selain itu, guru perlu
membantu peserta didik merefleksi proses belajarnya saat mengisi tabel
berikut dengan mengingatkan peserta didik terhadap usaha yang dilakukannya
saat melakukan kegiatan-kegiatan pada Bab I Buku Siswa. Tabel 1.14 Tabel Refleksi Peserta Didik
B. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan Bapak dan Ibu telah selesai mengajarkan Bab I.
Silakan menandai hal-hal yang telah Bapak dan Ibu lakukan selama berkegiatan
dengan peserta didik untuk mengeksplorasi Bab I ini. Tabel 1.15 Tabel Refleksi Strategi Pembelajaran
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
G. ASESMEN/ PENILAIAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
a. Asesmen Penempatan atau Diagnosis Tabel 1.1Contoh Asesmen Diagnosis
b. Asesmen Formatif Bab I dapat digunakan untukmemediasi diskusi
dengan peserta didik. Gunakan tabel pada Buku Siswauntuk mengeksplorasi
pengetahuan mereka tentang benda-benda yangditampilkan pada gambar dan
benda-benda yang belum mereka ketahui. Peserta didik juga dapat menambahkan
pertanyaan tentang benda yangbelum diketahui. Kegiatan curah gagasan ini
dapat dilakukan secaraindividual. Namun demikian, guru dapat melakukannya
dalam diskusiklasikal untuk seluruh kelas. Kegiatan klasikal ini membiasakan
pesertadidik dengan aturan berdiskusi dan menyampaikan pendapat. Selain
itu,guru dapat memperagakan proses berpikir ketika memirsa gambar
kepadaseluruh peserta didik di kelas. Tabel 1.2 Contoh Tabel Ceklis Pengetahuan
Latar
Peserta didik dalam lembar penilaian berikut
ini. Guru tentunya dapat mengembangkan lembar penilaian yang berbeda. Tabel 1.3 Tabel Penilaian Kegiatan
Menjelajahi Makna Kata
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
H.
KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kegiatan Pengayaan Inspirasi Kegiatan Pengayaan: Berlatih Menavigasi IsiKamus Kamus cetak dapat
digunakan dalam kegiatan pembelajaran yangmenyenangkan. Salah satunya,
Mencari Kata Misterius. a.
Bagi peserta didik dalam kelompok sebanyak jumlah kamus di kelas(guru dapat
meminjam kamus dari perpustakaan sekolah). Mintanpeserta didik
mencari kata-kata misterius bersama-sama. b.
Guru memberikan beberapa petunjuk kata misterius tersebut,misalnya:
menyebutkan dua huruf pertama kata tersebut,kemudian jumlah huruf atau jumlah
suku kata yang dimilikinya. c. Setiap kelompok
mencari kata tersebut di kamus, lalu perwakilansetiap kelompok berlomba
menuliskan kata tersebut di papan tulis.Pemenangnya adalah kelompok yang
berhasil menuliskan katadengan tepat terlebih dulu. d.
Kelompok tersebut lalu membaca kata tersebut dengan ejaan yangtepat dan
membacakan arti kata tersebut. Kegiatan Remedial Inspirasi Kegiatan
Pendampingan untuk Peserta Didikyang Belum Terampil Memahami Bacaan Minggu awal ini
adalah saat yang tepat untuk melakukan pengamatanawal terhadap kemampuan
membaca peserta didik Anda. Pesertadidik kelas tujuh yang belum lancar
membaca memerlukanpendampingan. Pada kegiatan kelompok atau kegiatan
membacaberpasangan. Tandai peserta didik yang kurang dapat
mengelaborasitanggapan baik secara lisan maupun tertulis. Peserta
didik-pesertadidik ini perlu mendapatkan bimbingan membaca secara
terpisahdari teman-temannya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
LAMPIRAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD) Pertemuan Ke-1 Nama : Kelas : Petunjuk! Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Apa objek yang dideskripsikan dalam tulisan Rafa di atas? 2. Di kota mana objek tersebut berada? 3. Pada pengantar tulisan, mengapa disebutkan Rafa tak menyesal
mengusulkan destinasi wisata ini kepada keluarganya? 4. Tuliskan kembali dua kutipan kalimat Rafa yang menunjukkan kesannya
terhadap objek tersebut! a.
_____________________________________________________ b.
_____________________________________________________ 5. Tempat wisata tak hanya menyuguhkan pemandangan yanginstagramable,
tetapi juga kisah di balik terbentuknya bentang alam,cerita di balik
pembuatan cendera mata, serta makanan khas daerahtersebut. Kegiatan apakah
yang pernah kalian lakukan saat berwisataselain mendokumentasikan keindahan
tempat tersebut? 6. “Jangan ambil apa pun selain foto, jangan bunuh apa pun selain
waktu,dan jangan tinggalkan apa pun selain jejak kakimu,” merupakanungkapan
penting yang perlu dicamkan oleh pengunjung tempat wisata.Menurut kalian, apa
maksud pernyataan tersebut? Jawablah pertanyaan di
bawah ini! Apabila menulis di media sosial, kalian dapat menyapa pembaca dengan
lebih akrab. Ini adalah beberapa contoh kalimat menyapa pembaca yang ditulis
Rafa di blognya. (a) “Bagus, ya? Pasti kalian tidak tahu aku sedang menggigil
kedinginan.” (b) “Apabila kalian berswafoto di sana, kalian akan mendapatkan latar
lembah yang mengepung Kota Takengon di kejauhan. Keren, kan?” Sekarang tulislah beberapa ungkapan lain yang digunakan Rafa untuk
menyapa pembaca blognya. 1. _______________________________________________________ 2. _______________________________________________________ 3. _______________________________________________________ Isilah kalimat tidak lengkap dan rumpang ini
dengan katakatamu sendiri. 1. Suvenir yang dibuat oleh
perajin di daerahku adalah ________________ 2. Sifat kedua kakak beradik itu
sangat kontras. Berbeda dengan sang adik yang banyak berbicara, sang
kakak_______________________________ 3. Banyak tempat wisata
menawarkan pemandangan indah sebagai latar swafoto. Pemandangan indah yang
digunakan sebagai latar swafoto di Pantan Terong adalah
__________________________________________ 4. Rafa ikut membantu para
perajin lokal dengan cara _________________ 5. Senja datang, mentari pun
meredup. Semburatnya berwarna ________, warna yang kusuka. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. BAHAN
BACAAN GURU & PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Jurnal membaca bertujuan untuk memantau
kegiatan membaca peserta didik. Jurnal membaca sebaiknya tidak membebani
peserta didik dengan tagihan yang terlalu berat bagi peserta didik agar tidak
mengganggu kenikmatan membaca. Pada jurnal ini, peserta didik diminta untuk
mengutip beberapa kalimat yang menunjukkan struktur deskriptif yang menarik,
baik pada buku fiksi maupun nonfiksi. Peserta didik juga diminta untuk
menuliskan tanggapan atau komentarnya terhadap kutipan tersebut. Komentar
atau opini peserta didik ini tidak bernilai benar atau salah. Dalam memeriksa
Jurnal Membaca, sebaiknya guru: 1. Memeriksa apakah peserta didik telah
mengisi poin pertanyaan pada Jurnal Membaca. 2. Membubuhkan penanda (misalnya stempel,
tanda tangan, paraf, atau stiker) bahwa guru sudah membaca jurnal tersebut. 3. Memberikan komentar, misalnya guru setuju
dengan komentar peserta didik tersebut, atau bahwa komentar peserta didik
tersebut menarik. Selain Jurnal Membaca, peserta didik kelas
tujuh juga diminta untuk membuat Catatan Kata berupa kumpulan kata-kata yang
menarik atau baru dari buku atau artikel yang dibacanya. Guru sebaiknya
meluangkan waktu bagi peserta didik untuk membagi catatan katanya kepada
teman-temannya. Dalam waktu khusus ini, peserta didik menjelaskan mengapa
kata tersebut menarik perhatiannya. Apabila kata-kata itu dianggap sulit,
guru dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk membagi
pengetahuan atau prediksinya terhadap kata tersebut. Guru juga dapat
meluangkan waktu untuk menelusuri arti kata tersebut bersama dengan peserta
didik. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C. GLOSARIUM |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
GLOSARIUM alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian
pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar
materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil
pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi
pembelajaran tertentu asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna
memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang
tepat asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat
dilakukan oleh guru atau siswa dalam proses pembelajaran asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang
meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan
pada akhir periode belajar aural: kegiatan yang berkaitan dengan telinga atau indra pendengaran,
misalnya menyimak presentasi alur: rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan
menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian antagonis: tokoh dalam karya sastra yang merupakan penentang dari tokoh
utama; tokoh lawan blog: catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses
oleh siapa saja capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang
diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran curah gagasan: kegiatan menggali pengetahuan latar peserta didik tentang
tema pada bacaan diksi: pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk
mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang
diharapkan) fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang
benar-benar ada atau terjadi fiksi: cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya) genre: jenis teks pada sebuah bacaan, misalnya fantasi gelar wicara: acara bincang-bincang di media elektronik yang melibatkan
beberapa orang pembicara inferensial: dapat disimpulkan infografik: informasi yang disampaikan dalam bentuk grafik jurnalis: orang yang pekerjaannya mengumpulkan dan menulis berita di
media massa cetak atau elektronik; wartawan kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan
pekerjaan tertentu literasi berimbang: penerapan kegiatan menyimak, membaca, memirsa,
serta menyajikan gagasan secara seimbang dalam membimbing peserta didik
memahami dan menelaah bacaan literasi informasi: kecakapan menganalisis, memilih, dan mengevaluasi
informasi yang tersaji di media berdasarkan ketepatan dan kebermanfaatannya menyunting: mengedit naskah; menyiapkan naskah siap cetak atau siap
terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa
(menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat) menganotasi: menandai kosakata, frasa, atau kalimat dalam bacaan yang
belum dipahami membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang
lain secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca membaca sepintas: membaca sesingkat mungkin sambil mencatat ide pokok
di setiap paragraf pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku
berisikan buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik
selama berada di kelas proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa
kegiatan untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian
proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan prediksi: prakiraan tentang sesuatu teks multimodal: teks yang menggabungkan dua atau lebih moda semiotik:
visual, gestur, gerak, suara, warna, tatapan, dan objek teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan
sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan
apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya teks prosedur: teks yang memberikan petunjuk, panduan, atau instruksi
untuk melakukan sesuatu |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. DAFTAR PUSTAKA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
DAFTAR PUSTAKA Abidin, Yunus. 2019. Konsep Dasar Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara Alwi, Hasan.dkk. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Kedua.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2015. Majalah Bahasa dan Sastra
Nuansa no. 2. Jakarta. Bauer, Marion. 2005. What’s Your Story? Langkah-Langkah Jitu Menulis Cerita
Fiksi dengan “Enjoy” dan “Fun”. Bandung: MLC. Culham, Ruth. 2010. Traits of Writing: The Complete Guide for Middle
School. Scholastic Teaching Resources. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta:
Kanisius. Dong In, Chwe. 2012. Diet Sihir 10 Kg. Jakarta: Elex Media Komputindo. Eggins, S. 2004. An introduction to systemic functional linguistics (2nd
ed.). London: Pinter. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin. Fountas, I.C. & Pinnell, G.S. 1996. Guided reading: Good first
teaching for all children. Heinemann. Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. (2010). The Continuum of Literacy
Learning. Grades PreK to 8. Heinemann. Hammond, J., and Derewianka, B. 2001. Genre. In R. Carter & D. Nunan
(Eds). The Cambridge Guide to Teaching English to Speakers of Other Languages. Cambridge: Cambridge University Press. Harsiati, Titik.dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP-MTs
Kelas VII. Solo: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Harsiati, Titik.dkk. 2017. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMP-MTs Kelas
VII. Solo: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Ivano, Eko. 2018. Senior. Bandung: Pastel Books Javed, M., Eng, L. S., & Mohammed, A. R. (2015). Developing reading
comprehension modules to facilitate comprehension among Malaysian secondary
school ESL students. International Journal of Instruction, (8) 2: 139 - 154. Marisyah et al. (2019). Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan.
Jurnal Pendidikan Tambusai FIP Universitas Pahlawan, 33(11), 1514. Mullenheim, Sophie. dkk. 2011. Kumpulan Dongeng Dunia Mimpi. Jakarta:
Bhuana Ilmu Populer. Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SMP dan
SMA. Bandung: Yrama Widya. Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Intisari Sastra Indonesia untuk SMP dan SMA.
Bandung: Yrama Widya. Mulyadi, Yadi. dkk. 2016. Buku Teks Pendamping Bahasa Indonesia untuk
Siswa SMP-MTs Kelas VII. Bandung: Yrama Widya. Nurhadi. 2017. Handbook of Writing, Panduan Lengkap Menulis. Jakarta:
Penerbit Bumi Aksara. Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) tahun 2014 tentang Pedoman Gizi
Seimbang. Sumantri, Maman.dkk. 1985. Pedoman Surat Menyurat. Jakarta: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Swales, J.M. 1990. Genre Analysis- English in Academic Research Settings.
Cambridge University Press. Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based
Best Practices. The Guilford Press. Tereliye. 2010. Serial Anak-Anak Mamak: Pukat. Jakarta: Republika. Tereliye. 2013. Serial Anak-Anak Mamak: Amelia. Jakarta: Republika. Treasures Grade 7. Grammar and Writing Handbook. Macmillan.McGraw-Hill. Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction
for Struggling Students. The Guilford Press.
|
Komentar
Posting Komentar