Materi kelas X Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia
1. Kerajaan Peurlak
Kerajaan Perlak berdiri tahun 840 M dengan rajanya yang pertama, Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah. Kerajaan Perlak merupakan negeri yang terkenal sebagai penghasil kayu Perlak, yaitu kayu yang berkualitas bagus untuk kapal. Tak heran kalau para pedagang dari Gujarat, Arab dan India tertarik untuk datang ke sini. Pada awal abad ke-8, Kerajaan Perlak berkembang sebagai bandar niaga yang amat maju. Kondisi ini membuat maraknya perkawinan campuran antara para saudagar muslim dengan penduduk setempat. Efeknya adalah perkembangan Islam yang pesat dan pada akhirnya munculnya Kerajaan Islam Perlak sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.
2. Kerajaan samudra Pasai
Kerajaan Perlak berdiri tahun 840 M dengan rajanya yang pertama, Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah. Kerajaan Perlak merupakan negeri yang terkenal sebagai penghasil kayu Perlak, yaitu kayu yang berkualitas bagus untuk kapal. Tak heran kalau para pedagang dari Gujarat, Arab dan India tertarik untuk datang ke sini. Pada awal abad ke-8, Kerajaan Perlak berkembang sebagai bandar niaga yang amat maju. Kondisi ini membuat maraknya perkawinan campuran antara para saudagar muslim dengan penduduk setempat. Efeknya adalah perkembangan Islam yang pesat dan pada akhirnya munculnya Kerajaan Islam Perlak sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.
2. Kerajaan samudra Pasai
§Dari
beberapa bukti sejarah, diketahui beberapa raja
yang pernah memerintah di Kerajaan Samudra Pasai. Di antaranya Meurah Noe atau juga dikenal
Sultan Nazimuddin al-Kamil,
Sultan Malikut Saleh, dan
Sultan Malikut Thahir.
§Sultan
Nazimuddin al-Kamil
(1155–1210 ) adalah pendiri Kerajaan Samudra Pasai.
§Kerajaan Samudra Pasai mengalami perkembangan pada masa pemerintahan
Sultan Muhammad yang bergelar
Sultan Malik al-Tahir. Ia memerintah dari tahun
1297–1326.
3. Kerajaan Malaka
Kerajaan
ini tidak meninggalkan bukti arkeologis yang cukup untuk dapat digunakan
sebagai bahan kajian sejarah, namun keberadaan kerajaan ini dapat diketahui
melalui Sulalatus Salatin dan kronik Cina masa Dinasti Ming.
Pada
masa pemerintahan Sultan Mudzaffar Syah, Malaka melakukan ekspansi di
Semenanjung Malaya dan pesisir timur pantai Sumatera, setelah sebelumnya
berhasil mengusir serangan Siam.
Di
mulai dengan menyerang Aru yang disebut sebagai kerajaan yang tidak menjadi
muslim dengan baik. Penaklukan Malaka atas kawasan sekitarnya ditopang oleh
kekuatan armada laut yang kuat pada masa tersebut serta kemampuan mengendalikan
Orang Laut yang tersebar antara kawasan pesisir timur Pulau Sumatera sampai
Laut Cina Selatan. Orang laut ini berperan mengarahkan setiap kapal yang
melalui Selat Malaka untuk singgah di Malaka serta menjamin keselamatan
kapal-kapal itu sepanjang jalur pelayarannya setelah membayar cukai di Malaka.
4. Kerajaan Aceh
•Kerajaan Aceh
berdiri sekitar awal abad
ke-16. Kerajaan ini terletak di
Sumatra bagian utara dengan pusatnya di Kotaraja
(Banda Aceh).
•Berdasarkan berbagai sumber sejarah, diketahui bahwa raja
pertama Kerajaan Aceh
adalah
Sultan Ibrahim. Ia bergelar
Sultan Ali Mughayat Syah.
Sultan Ali Mughayat Syah memerintah dari tahun
1514–1528 M.
•Kerajaan Aceh
berkembang pesat pada masa pemerintahan
Sultan Iskandar Muda,
yang memerintah dari tahun
1607–1636 .
5. Kerajaan Demak
•Kerajaan Demak adalah kerajaan
Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak berdiri pada akhir abad
ke-15 oleh Raden Patah. Kerajaan ini terletak di daerah Bintoro dekat muara
Sungai Demak. Pusat pelabuhan Bergota dan Jepara.
•Kerajaan Demak berkembang pesat pada masa pemerintahan
Sultan Trenggono.
Sultan Trenggono adalah putra ketiga Raden Patah. Ia memerintah dari tahun
1521–1546. Di bawah pemerintahannya, wilayah Demak bertambah luas
6. Joko Tingkir menjadi raja pertama yang disahkan oleh Sunan Giri dan dapat pengakuan dari adipati – adipati di seluruh Jateng dan Jatim. Di Pajang terjadi perunbahan yang besar, Joko Tingkir meninggal tahun 1582 kemudian putranya Pangeran Benowo disingkirkan oleh Arya Pangiri maka bertahtalah Arya Pangiri ini.
Sultan yang baru ini banyak tindakan yang
merugikan rakyat, maka
Sultan Benowo memanfaatkan keadaan ini untuk menjatuhkan Arya Pangiri dengan meminta bantuan pada Senopati dari Mataram. Lalu Pajang diserang dari dua jurusan dan Arya pangiri menyerah pada senopati. Karena Benowo tidak sanggup menghadapi lawannya itu, maka ia mengakui kekuasaan Senopati. Hingga pada akhirnya kerajaan Pajang dipindah ke Mataram .
7. •Pada tahun
1755, Mataram pecah menjadi dua kerajaan. Pembagian ini didasarkan pada isi Perjanjian Giyanti.
•Kedua kerajaan tersebut adalah Kesultanan
Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) dengan pusatnya di
Yogyakarta. Kesultanan
Yogyakarta diperintah oleh Mangkubumi dengan gelar Hamengku Buwono I.
•Kesuhunan
Surakarta dengan pusatnya di
Surakarta. Kesuhunan
Surakarta diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III.
•Perkembangan berikutnya, Kesuhunan
Surakarta pecah menjadi dua, yaitu Kesuhunan dan Mangkunegaran.
•Pembagian ini didasarkan pada Perjanjian Salatiga pada tahun 1757
antara Mas Said
dan Mataram.
•Kasultanan
Yogyakarta akhirnya juga terbagi atas Kasultanan dan Paku Alaman.
AKULTURASI BUDAYA HINDU-BUDDHA, ISLAM dan NUSANTARA
1. seni Bangunan
•Menara
Kudus merupakan bangunan monumental yang bernilai arkeologis dan historis .
•Menara
ini dibuat dari batu merah yang disusun rapi sekali. Berdasarkan penelitian,
Menara Kudus merupakan bangunan kuno hasil alkulturasi budaya Jawa Hindu dan
Islam.
•Akulturasi juga terjadi pada bentuk candi di
Indonesia contohnya bisa dilihat pada bentuk
Candi Borobudur
menyerupai punden berundak-undak.
2. seni ukir
•Bangunan candi dihiasi oleh
arca-arca dan pahatan-pahatan dinding yang disebut relief.
•Pada beberapa candi terlihat
pengaruh kebudayaan asli Indonesia, seperti patung Buddha yang berlanggam
Amarawati di Sulawesi Selatan
•Tradisi Islam
tidak menggambarkan bentuk manusia atau hewan.
•Seni ukir
relief digunakan untuk menghias Masjid.
3. Seni Sastra
Kesusastraan Jawa Kuno hadir pada masa
kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Secara garis besar kesusastraan Jawa Kuno
terbagi menjadi dua, yaitu prosa dan puisi. Hasil karya para pujangga Jawa
banyak diilhami oleh sastra India. Salah satu contoh hasil karya sastra Jawa
Kuno yang merupakan hasil akulturasi budaya lokal dengan budaya Hindu-Buddha
adalah Kitab Negarakertagama.
Seni sastra yang
berasal dari perpaduan
antara sastra
Hindu – Budha dan sastra
Islam yang banyak mendapat pengaruh dari
Persia.
Bentuk seni sastra yang
berkembang adalah:
1.Hikayat
2.Babad
3.Suluk :
-Suluk Sukarsa
-Suluk Wijil
-Suluk
Malang Sumirang
4. Primbon
KESENIAN
Di
Indonesia islam menghasilkan kesenian
bernapas Islam yg brtujuan untuk mnyebarkan
agama Islam. misalnya permainan debus,
seudati, wayang.
Komentar
Posting Komentar