Materi Indonesia kelas XI semester 1

MATERI SEJARAH INDONESIA
FAKTOR PENDORONG BANGSA BARAT PERGI KE TIMUr
Ò  Dikuasainya rute dan pusat-pusat perdagangan oleh orang-orang Islam
Ò  Adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu dengan ditemukan peta dan kompas yang sangat penting bagi pelayaran
Ò  Adanya keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah dari daerah asal, sehingga harganya lebih murah dan memperoleh keuntungan yang besar
Ò  Adanya keinginan untuk melanjutkan “Perang Salib” dan menyebarkan agama Nasrani ke daerah-daerah yang dikunjungi
Ò  Adanya jiwa petualangan, sehingga menggugah semangat untuk melakukan penjelajahan samudra
Bangsa pendatang ke Indonesia
Ò  Portugis
Ò  Spanyol
Ò  Belanda
Ò  Inggris
Ò  Jepang
Ò  Sekutu (Inggris)
Portugis
Ò  Portugis adalah bangsa Barat yang pertama datang mencari rempah2 di Nusantara. Mereka berhasil mendirikan Kantor Dagang di Goa (1509). Dibawah pimpinan d’Albuguergue Portugis berhasil menguasai Malaka (1511).
Ò  Selain mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku, Portugis juga aktif menyebarkan agama Kristen Katolik. Tokohnya yang terkenal yaitu : Franciscus Xaverius.
Spanyol
Ò  Tiba di Maluku (1521) dipimpin oleh Juan Sebastian del Cano. Kedatangannya diterima baik oleh Sultan Tidore. Kedatangan Spanyol di Maluku bagi Portugis merupakan pelanggaran atas hak monopolinya. Portugis dan Spanyol bersaing di Maluku dan akhirnya diadakan Perjanjian Saragosa, sehingga Spanyol pergi ke Filipina.
Belanda
Ò  Armada Belanda yang pertama datang dipimpin Coernelis de Houtman dan tiba di Banten 1596. mulanya mereka diterima, tetapi sikap yang kurang baik membuat mereka diusir dan pergi ke timur sampai Bali.
Ò  Karena terjadi persaingan antarpedagang Belanda serta harus pula bersaing dengan Portugis, Spanyol, dan Inggris, van Olden Barneveld  menyarankan untuk membentuk perserikatan dagang. Pada tahun 1602 secara resmi terbentuklah vereenigde Oost Indiesche Compagnie (VOC) yang berarti Perserikatan Dagang  Hindia Timur

V O C
Ò  Tujuan Pembentukan :
É  Menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama pedagang Belanda
É  Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan, baik dengan sesama bangsa Eropa maupun dengan bangsa-bangsa Asia
É  Mendapatkan monopoli perdagangan, baik impor maupun eksport
É  Membantu pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang menguasainya.
Perluasan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia
Ò  VOC diberi octrooi (hak istimewa) oleh Pemerintah Negeri Belanda, yaitu :
É  Hak monopoli perdagangan
É  Hak memiliki tentara
É  Hak melakukan ekspansi ke Asia, Afrika, dan Australia
É  Hak melakukan peperangan, membuat perdamaian, dan mengadakan perjanjian dengan raja-raja yang dikuasai
É  Hak mencetak uang
Bubarnya VOC
Ò  VOC banyak mengeluarkan  biaya, baik untuk operasi-operasi militer (menghadapi perlawanan rakyat) maupun untuk penyelenggaraan pemerintahan sehingga utang VOC makin menumpuk.
Ò  Banyak pegawai VOC yang mencari keuntungan pribadi. Korupsi merajalela dan VOC bangkut.
Ò  31 Desember 1799 VOC dibubarkan. Secara politis sejak 1 Januari 1800 Indonesia berada di bawah kekuasaan pemerintah Kolonial Hindia Belanda.
Inggris
Ò  Inggris menyerang Belanda. Dan Belanda jatuh ditandai ditandatanganinya Kapitulasi Tuntang (18 September 1811). Isinya : seluruh Pulau Jawa menjadi milik Inggris. Sejak saat itu, Indonesia menjadi jajahan Inggris.

PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA DI INDONESIA
q  Masa Pemerintahan Daendels
q  Masa Pemerintahan Raffles
q  Masa Pemerintahan Hindia-Belanda
q  Reaksi Rakyat Indonesia terhadap Penjajahan Belanda
Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timur Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel. Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.
Masa kolonial di Indonesia dibagi menjadi beberapa masa pemeritahan, baik menurut negaranya maupun gubernur jenderalnya.
Masa Pemerintahan Daendels
Pada tahun 1795, Belanda merupakan daerah jajahan Perancis. Penguasa Belanda pada saat itu adalah Louis  Napoleon. Untuk mengatasi permasalahan Indonesia, maka pada tahun 1808 dikirimlah Herman Wilem Daendels  sebagai Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia. Tugas khusus Daendels adalah mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris, selain itu memberantas penyelewengan dan korupsi.
Kebijakan-kebijakan  pada Masa Pemerintahan Daendels
a. Verplichte Diesten (kerja rodi) untuk mendukung proyek-proyek pembangunan, yaitu sebagai berikut:
1)       Pembangunan jalan pos dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1.100 km.
2)       Mendirikan benteng-benteng seperti benteng Waltevredden Mester Cornelis di Batavia.
3)       Mendirikan pabrik senjata dan lain-lain.
  1. Verplichte Leveranties atau penyerahan pajak secara paksa.
  2. Penjualan tanah negara kepada swasta.
Masa pemerintahan Daendels hanya bertahan selama 3 tahun. Ia digantikan oleh Jan Willem Janssens.
Masa Pemerintahan Raffles
Pada bulan Agustus 1811, Inggris berhasil merebut Batavia dari tangan Belanda. Hal ini membuat Janssens melarikan diri ke Semarang, namun  ia pada akhirnya menyerah di Tuntang Salatiga. Kondisi tersebut membuat Janssens menandatangani Perjanjian Tuntang pada tanggal 18 September 1811. Adapun isi perjanjiannya adalah sebagai berikut :
-          Seluruh kekuatan militer yang berada di Asia Tenggara harus diserahkan kepada Inggris.
-          Utang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris.
-          Pulau Jawa, Madura, dan semua pangkalan Belanda di luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan Inggris.
-          Untuk mengatur pemerintahan Inggris di Indonesia , maka mereka menugaskan Thomas Stamford Raffles.
-          KEBIJAKAN-KEBIJAKAN RAFFLES

Kebijakan penting yang dilakukan Raffles antara lain:
-  Membagi wilayah Pulau Jawa      menjadi 16 daerah Kerasidenan.    Hal itu dimaksudkan untuk                memudahkan mengatur dan       mengawasi Pulau Jawa.
-  Raffles juga menghapus kerja rodi.
-  Menghapus semua kebijakan       Daendels.
-  Mengadakan sistem pemungutan                sewa tanah.

Masa Pemerintahan Hindia-Belanda
Pada masa Van der Capellen, Belanda sedang mengalami kesulitan keuangan akibat perang di Eropa dan menghadapi perlawanan-perlawanan dari daerah jajahannya termasuk Indonesia. Hal tersebut ternyata tidak mampu diatasi oleh Van der Capellen, maka pada tahun 1825 ia digantikan De Bur de Gishingnies (1825-1830). Masalah ini mulai dapat diatasi ketika Belanda mengirim Gubernur Jenderal Van den Bosch.
Pemerintahan Inggris di Indonesia hanya berlangsung selama 5 tahun, dan pada tahun 1814, Belanda kembali menguasai Indonesia melalui Konvensi London. Berdasarkan hasil perjanjian itu, Belanda mengirim Van der Capellen sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Langkah Van den Bosch untuk mengatasi masalah keuangan adalah dengan melaksanakan sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel). Ketentuan-ketentuan pokok dari sistem ini tertera dalam staatsblad (Lembaran Negara), yaitu antara lain:.
  1. Pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman dagangan tidak boleh melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi.
  2. Tanaman dagangan yang dihasilkan di tanah-tanah yang disediakan wajib diserahkan kepada pemerintah Hindia-Belanda. Jika nilai hasil-hasil tanaman dagangan yang ditaksir itu melebihi pajak tanah yang harus dibayar rakyat maka selisih positifnya harus diserahkan kepada rakyat.
  3. Persetujuan-persetujuan akan diadakan dengan penduduk dimana mereka  menyediakan sebagian dari tanahnya untuk penanaman tanaman dagangan yang dapat dijual di pasaran Eropa., dll
Pelaksanaan sistem ini berjalan cukup efektif dalam jangka waktu 1830-1840. Namun sistem ini menimbulkan beberapa reaksiyang cukup keras. Salah satunya dari Edward Douwes Dekker dalam bukunya Max Havelaar yang mengungkapkan kekejaman, penindasan, dan pemerasan yang dilakukan Belanda dan bupati Lebak Aryo Kartonatanegara.
Reaksi Rakyat Indonesia Terhadap Penjajahan Belanda.
Perlawanan Rakyat Maluku
Perang ini disebabkan oleh Belanda yang sewenang-wenang terhadap Maluku.
Perang ini berlangsung pada tahun 1817. Tokoh-tokohnya antara lain:
1. Thomas Matulessy / Kapitan Pattimura
2. Christina Martha Tiahahu
3. Kapitan Paulus Tiahahu


        Perang ini disertai dengan perebutan benteng Duurstede yang mengakibatkan kematian Jendral Van Den Berg. Karena adanya bantuan Inggris, Kapten Pattimura terdesak masuk hutan dan benteng-bentengnya direbut kembali pemerintah. Rakyat nusa laut menyerah tanggal 10 November 1817 setelah pimpinannya Kapiten Paulus Tiahahu serta putrinya Kristina Martha Tiahahu. Tanggal 12 November 1817 Kapitan Pattimura ditangkap dan bersama tiga penglimanya dijatuhi hukuman mati di Niuew Victoria di Ambon.

Perang Diponegoro
Perang ini disebabkan karena Belanda membuat jalan melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro dan untuk membela rakyat yang dipersempit ruang geraknya. Perang ini berlangsung tahun 1825-1830. Tokohnya adalah Pangeran Diponegoro yang melawan Belanda dengan pimpinan Jendral De Kock. Hasilnya rakyat Jawa kalah dan P. Diponegoro diasingkan ke Maluku & Makassar
Perlawanan Rakyat Minang/Perang Padri
Perang ini awalnya disebabkan karena perselisihan antara kaum Padri dan kaum Adat, namun Belanda ikut campur dan menimbulkan meletusnya perang. Perang ini terjadi di tahun 1820-1837. Pahlawannya adalah Tuanku Imam Bonjol. Hasilnya benteng milik Tuanku Imam Bonjol jatuh ke tangan Belanda dan Imam Bonjol diasingkan ke Cianjur
Perlawanan  Rakyat Aceh
Perang ini disebabkan karena Belanda ingin menguasai Aceh. Perang ini terjadi pada tahun 1873. Pada Perang ini Belanda mengirim Snouck Hungronje untuk menyamar ke Aceh dan menulis siasat perang. Pahlawan-pahlawannya yaitu
       1. Teuku Umar

2. Cut Nyak Dien
3. Tengku Cik Di Tiro
4. Panglima Polim
5. Cut Nyak Meutia

Untuk menyerang kaum ulama, Belanda membentuk pasukan khusus yang disebut Marsose. Operasi pasukan Marsose tidak ada henti-hentinya menggempur pasukan Aceh. Pada tahun 1891, tengku Cik di Tiro meninggal, lalu pada tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar meninggal dunia di Meulaboh, sedangkan Cut Nyak Dien tertangkap pada tahun 1906 dan dibuang ke Sumedang. Akhirnya satu persatu pimpinan Aceh menyerah, seperti Panglima Polim yang menyerah pada tanggal 6 September 1903.
Perlawanan Rakyat Bali/Perang Jagaraga
Perang ini disebabkan karena Belanda melanggar perjanjian hak rakyat Bali untuk mandapatkan kapal karam di perairan Bali. Pahlawannya adalah I Gusti Ketut Jelantik. Hasil akhirnya Belanda gagal namun 3 tahun kemudian berhasil menguasai Jagaraga, Klungkung, Karangasem, dan Gianyar.
Perlawanan Rakyat Kalsel /Perang Banjar
Perlawanan rakyat Banjar dipicu oleh melakukan intervensi dalam hal penggantian raja dan juga penangkapan Rabu Anom.

Perang ini terjadi pada tahun 1885-1905. Perlawanan ini dipimpin oleh Pangeran Hidayat dan Pangeran Antasari.

Perlawanan Rakyat Sulsel /Perang Makassar
Perang ini terjadi karena Van Der Capellen ingin memperbaiki perjanjian Bongaya.

Perang ini terjadi pada tahun 1824. Salah satu Pahlawannya adalah Sultan Hasanuddin. Hasil akhirnya Belanda dapat menaklukan kerajaan Bone dan Raja Bone dijadikan 'raja boneka'



MUNCULNYA 

NASIONALISME INDONESIA: 
POLITIK ETIS , PERS MEMBAWA KEMAJUAN DAN  MODERNISME  SERTA REFORMASI ISLAM

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)
PENGARUH PERLUASAN KEKUASAAN KOLONIAL BARAT
       Kekuasaan kolonial Barat di Indonesia pada mulanya hanya ingin pendominasi perekonomian.
       Di kemudian hari, kaum kolonial juga berusaha mendominasi wilayah Indonesia secara politik.
       Akibat dari perluasan kekuasaan kolonial Barat ini, rakyat Indonesia menderita kemiskinan dan keterbelakangan.
       Penjajahan dan penindasan beratus tahun yang dilakukan penjajah Barat itu akhirnya menimbulkan kesadaran bangsa Indonesia.
       Hal ini dicapai melalui pendidikan setelah Pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan Politik Etis.
Description: D:\FOTO\cdt\DSC00072.JPG

POLITIK ETIS (1901)
POLITIK menunjukkan bahwa kebijakan itu lebih merupakan alat baru pemerintahan kolonial untuk mengeksploitasi rakyat dan kekayaan alam Indonesia.
APA LATAR BELAKANG POLITIK ETIS?
  1. Penderitaan rakyat Hindia Belanda
  2. Adanya kritik dari kaum etis yang dipelopori oleh Pieter Broosshooft dan Theodore van Deventer -- agar pemerintah kolonial harus lebih memperhatikan nasib pribumi di tanah jajahan dan memiliki tanggung jawab moral untuk kesejahteraan masyarakat
  3. Munculnya tulisan van Deventer – dalam majalah  De Gids (1899), tulisannya yang berjudul Een Eereschuld .
  4. Pidato Ratu Wilhelmina – pemerintah Belanda memiliki panggilan moral terhadap kaum pribumi – momentum kelahiran politik etis dalm politik kolonial – panggilan moral tersebut dalam bentuk Trias van Deventer
Bagaimana dalam praktiknya?
TIDAK BERJALAN SESUAI DENGAN TUJUAN AWAL

Berikan buktinya!!
Description: D:\FOTO\cdt\DSC00074.JPG





Als Ik Een Nederlander Was
       "Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya".
PERS MEMBAWA KEMAJUAN
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)
AWAL MUNCULNYA PERS
       Pada awal ke 20, para priyayi baru menuangkan gagasannya melalui pers (media cetak) mengenai isu-isu perubahan.
       Isu-isu yang dipopulerkan terkait dengan peningkatan status sosial rakyat bumiputra dan peningkatan kehidupan di bidang sosial, ekonomi, budaya dan politik. Kemajuan saat itu diartikan dengan pendidikan, pencerahan, peradaban, modernisasi, dan kesuksesan hidup.
       Pers merupakan sarana berpartisipasi dalam gerakan emansipasi, kemajuan dan pergerakan nasional
Bagaimana muculnya Pers dikalangan Bumiputra?
       Awalnya muncul penerbitan orang Indo berbahasa melayu dan penerbitan orang Tionghoa.
       Kalangan bumiputra menjadi jurnalis dan redaktur disana
       Muncul niatan untuk membuat penerbitan bagi kalangan bumiputra.
SIAPA SAJA TOKOH PERS BUMIPUTRA?
  1. Penerbit bumiputra pertama di batavia yang muncul pada pertengahan abad ke 20 adalah R.M. Tirtoadisuryo, F.D. J Pangemanan, dan R.M Tumenggung Kusuma Utaya.
  2. R. Dirdjoatmojo menyunting Djawi Kanda yang diterbitkan oleh Albert Rusche.
  3. Dr. Wahidin Sudirahusada sebagai redaktur jurnal berbahasa Jawa, dan Retnodoemilah  diterbitkan oleh Firma H. Buning.
  4. Suwardi Surjaningrat dengan menulis di brosur yang berjudul Als Ik Een Nederlander Was( Seandainya saya menjadi seorang Belanda).
Begitulah semangat nasionalisme muncul dan dibangun melalui tulisan di media cetak. Pers bumiputra memberikan fungsi sebagai mobilisasi pergerakan nasional pada saat itu.
MODERNISME dan REFORMASI ISLAM
       Adanya semangat modernisme berlandaskan pada kemajuan dan pengetahuan.
       Modernisme diartikan sebagai cara berpikir dengan peradaban Barat, dengan merujuk upaya mengejar ketertinggalan.
       Reformasià pembaruan
       Reformasi agama (Islam)à sebagai gerakan untuk memperbaharui cara berpikir dan cara hidup umat menurut ajarannya.
       Awal abad 20à empat ulama muda Minangkabau kembali dari menunut ilmu di Mekah
       Syekh Muhammad Taher Jamaluddin
       Haji Abdul Karim Amarullah
       Syekh Muhammad Jamil Jambek
       Haji Abdullah Akhmad.
        Majalah Al Imamà sarana untuk menyebarkan gerakan pembaharuan dan memuat tentang tokoh- tokoh penting dunia.
        Melalui dunia pendidikan

Peranan Golongan Terpelajar dalam Mendirikan Organisasi Pergerakan Indonesia
Faktor Pendorong Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia
FAKTOR INTERNAL
       Kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang parah akibat penjajahan
       Munculnya kaum terpelajar
       Tumbuhnya kenangan akan kejayaan bangsa pada masa lampau
FAKTOR EKSTERNAL
        Kesuksesan pergerakan nasional di negara-negara lain di Asia-Afrika
       Kemenangan Jepang atas Rusia
        Masuk dan berkembangnya paham-paham baru dari Eropa dan Amerika seperti liberalisme, demokrasi, dan nasionalisme.
ORGANISASI PERIODE AWAL
BUDI UTOMO
SAREKAT ISLAM
INDISCHE PARTIJ
       Anda pernah dengar STOVIA?
       Apa itu STOVIA?
School tot Opleiding van Indische Artsen
Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputera
       Pada tahun 1800-an, di Jawa menyebar wabah penyakit. Pemerintah kolonial agak kesulitan mengatasi soal ini.
        Menyewa atau mendatangkan dokter dari Eropa tentu sangat mahal. Makanya, muncullah keinginan mendidik kaum pribumi agar menjadi mantri.
       Kemudian dibangun STOVIAà dokter pribumi

Boedi Oetomo
       Didirikan pada tanggal 20 Mei 1908.
       menjadi organisasi modern pertama yang memberikan inspirasi kepada kaum nasional lainnya
       Organisasi ini bersifat nonpolitik (bergerak dalam bidang sosial dan budaya) dan kooperatif terhadap pemerintah kolonial Belanda.
       Organisasi ini dipelopori oleh Dr. Wahidin Soedirohoesodo, dr. Sutomo, Gunawan Mangunkusuma.
Tujuan yang hendak dicapai dari pendirian organisasi Budi Utomo tersebut antara lain:
       Memajukan pengajaran.
        Memajukan pertanian, peternakan dan perdagangan.
       Memajukan teknik dan industri.
       Menghidupkan kembali kebudayaan.
       Pada tanggal 3-5 Oktober 1908, Budi Utomo menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Kota Yogyakarta.
       diadakannya kongres yang pertama ini, BU telah memiliki tujuh cabang di beberapa kota, yakni Batavia, Bogor, Bandung, Magelang, Yogyakarta, Surabaya, dan Ponorogo.
       Pada kongres di Yogyakarta ini, diangkatlah Raden Adipati Tirtokoesoemo (mantan bupati Karanganyar) sebagai presiden Budi Utomo yang pertama.
       Semenjak dipimpin oleh Raden Adipati Tirtokoesoemo, banyak anggota baru BU yang bergabung dari kalangan bangsawan dan pejabat kolonial, sehingga banyak anggota muda yang memilih untuk menyingkir.
Dalam perkembangannya Budi Utomo mengalami kemunduran hal itu disebabkan oleh
       adanya perbedaan orientasi antara golongan tua dan golongan muda dalam tubuh organisasi
       cakupan yang dianggap kurang nasional. Budi Utomo lebih didominasi oleh golongan tua (golongan Priyayi) dan tekanan dari Pemerintah Belanda mengakibatkan Budi Utomo mengalami kemunduran.
       Munculnya organisasi pergerakan yang bersifat politik
No
Sebelum Tahun 1908
Setelah Tahun 1908
1
Dipimpin raja atau bangsawan dan tokoh agama
Dipimpin dan digerakkan oleh kaum terpelajar
2
Bersifat kedaerahan
Bersifat nasiona dan telah ada kerjasama antardaerah
3
Bersifat fisik atau perjuangan dilakukan dengan menggunakan senjata
Diplomasi dengan menggunakan cara-cara modern seperti media,
perundingan, lobi, mogok, dan sebagainya
4
Terfokus pada pemimpin kharismatik
Memiliki organisasi yang memungkinkan adanya kaderisasi
5
Bersifat reaktif dan spontan
Memiliki visi yang jelas yakni Indonesia yang merdeka

SAREKAT DAGANG ISLAM
       Tiga tahun setelah berdirinya Budi Utomo, di Surakarta didirikan Sarekat Dagang Islam (SDI).
       Pendirinya adalah H. Samanhoedi. SDI memiliki ciri keislaman dan ekonomis.
       Tujuan awal à memajukan perdagangan pribumi dalam menyaingi para pedagang Cina
Namunpada akhirnya berubah menjadi SI. SI berkembang pesat setelah dipimpin oleh H.O.S Tjokroaminoto
       Tujuan SI à memperkuat basis ekonomi kaum pribumi agar mampu bersaing dan membebaskan ketergantungan ekonomi dari bangsa asing
SAREKAT ISLAM
       Pada tahun 1911 di Solo, berdiri Sarekat Islam (SI) oleh H.O.S. Tjokroaminoto sebagai kelanjutan dari Sarekat Dagang Islam.
       Dalam waktu singkat SI tumbuh menjadi organisasi massa yang besar.
       Salah satu alasannya karena keanggotaannya terbuka untuk umum.
       Muncul kaum sosialis radikal dalam SI
       Tokoh-tokoh muda berhaluan kiri seperti Semaun, Darsono, dan Tan Malaka
       Perpecahan dalam SI
       SI putih à bertahan dengan asas keIslaman
       SI merah à berasaskan komunis
       Semaun dan rekan-rekannya dikeluarkan dari keanggotaan dan mendirikan Partai Komunis Indonesia
INDISCHE PARTIJ
       Tingginya rasa kesadaran nasional, melahirkan sebuah organisasi yang mempunyai tujuan menghapuskan diskriminasi orang Belanda murni dan kaum Indo.
       Indische Partij (IP) didirikan pada tanggal 25 Desember 1912, atas prakarsa E.F.E. Douwes Dekker (Danudirdjo Setyaboedhi). Kemudian mendapat dukungan dari R.M. Suwardi Soerjaningrat dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo.
Indische Partij
       IP secara terang-terangan mengkritik pemerintah kolinial Belanda dan menuntut kemerdekaan Indonesia
       IP berganti nama menjadi Partai Insulinde Kenapa? Cari tau sendiri. Keluar di soal ulangan!!!
       Asasnya à membina semangat nasionalisme Hindia dengam memperkuat cita-cita persatuan bangsa (Indie untuk Indier)
       IP memberikan pengaruh besar dalam perjuangan nasional Indonesia khususnya dalam perkembangan politik


Komentar

Postingan Populer