Materi Sosiologi Kelas XI Kelompok Sosial Kurikulum Merdeka
MATERI
SOSIOLOGI KELAS XI
KELOMPOK SOSIAL
Sebagai makhluk Tuhan, manusia memiliki dua predikat sebagai makhluk
individu dan makhluk sosial. Dalam kehidupannya, manusia memiliki naluri gregariousness.
dan dua hasrat,
yaitu :
1. keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain, &
2. keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alamnya.
Keinginan manusia untuk menjadi satu dengan manusia
lainnya, dimanifestasikan dalam bentuk hidup bersama / berkelompok,
Seperti apakah perwujudan kehidupan berkelompok tersebut?
Soerjono Soekanto,
kelompok sosial adalah himpunan/kesatuan 2 manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.
Paul B. Horton dan Chester L. Hunt,
kelompok sosial merupakan kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya saling berinteraksi.
Hendro Puspito,
kelompok sosial sebagai suatu kumpulan nyata, teratur, dan tetap dari individu – individu yang melaksanakan peran – perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
Soerjono Soekanto,
kelompok sosial adalah himpunan/kesatuan 2 manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.
Paul B. Horton dan Chester L. Hunt,
kelompok sosial merupakan kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya saling berinteraksi.
Hendro Puspito,
kelompok sosial sebagai suatu kumpulan nyata, teratur, dan tetap dari individu – individu yang melaksanakan peran – perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
Syarat – syarat kelompok social
Soerjono Soekanto menyebutkan syarat – syarat
terbentuknya kelompok sosial sebagai berikut :
1. adanya kesadaran
individu sebagai anggota suatu kelompok
2. adanya hubungan
timbal balik antaranggota
3. adanya faktor
pengikat, spt. kesamaan ideologi dan
kepentingan bersama
4. memiliki struktur
dan norma
5. bersistem dan
berproses.
Ciri - ciri kelompok social
1. merupakan kesatuan yang nyata
2. ada interaksi antaranggota
3. adanya faktor pengikat,
seperti
kesamaan ideologi dan kepentingan bersama
4. memiliki struktur dan norma
5. bersistem dan berproses
Faktor-faktor pembentukan kelompok social
1. Persamaan genealogis
2. Persamaan teritorial
3. Persamaan kepercayaan
4. Persamaan kepentingan
Faktor (lain) pembentukan kelompok

Tipe-tipe kelompok social
1. Kategori statistik adalah pengelompokkan atas dasar ciri
tertentu yg sama.
2. Kategori sosial adalah kelompok
individu yang sadar akan ciri 2 yang
sama.
3. Kelompok sosial ( keluarga batih,
kerabat).
4. Kelompok tidak
teratur, ex, kerumunan
5. Organisasi formal, yaitu setiap kelompok yang
sengaja dibentuk untuk mencapai
tujuan tertentu.

1. Kelompok
primer & sekunder
Berdasarkan kualitas hubungan
& tujuan antaranggota,
kelompok sosial dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. kelompok primer (face to
face group)
2. kelompok sekunder.
Kelompok primer
merupakan kelompok sosial yang pertama kali dijumpsi individu untuk saling
mengenal,
berinteraksi, dan bekerja sama
cukup erat. Hubungan antaranggota akrab, personal, spontan, sentimentil, dan
ekslusif.
Contoh, keluarga, kerabat.
Kelompok primer & sekunder
CH. Cooley mengemukakan syarat2
kelompok primer :
1. Anggota kelompok secara
fisik berdekatan satu sama lain
2. Merupakan sebuah kelompok
kecil
3. Adanya suatu kelanggengan
hubungan antaranggota.
Dalam kelompok primer terjadi
proses interaksi secara
Erat. Coba Anda sebutkan
kelompok primer yang
menjadi bagian dari kelompok
sosial Anda !
Kelompok primer & sekunder
Kelompok sekunder merupakan suatu kelompok besar yang
terdiri dari banyak orang, hubungannya
tidak harus saling mengenal secara pribadi, kurang akrab, dan sifatnya
tidak begitu langgeng karena
mereka berkumpul berdasarkan asas manfaat dan kepentingan yang sama. Di masyarakat Indonesia,
kelompok primer dan
sekunder tercermin dalam gemmeinschaft dan gesselschaft.

Gemmeinschaft & Gesselshaft
Di Indonesia, Gemmeinschaft & Gesselshaft dikenal
dengan istilah paguyuban dan patembayan.
1. Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama dimana anggota2nya
diikat oleh hubungan batin yang murni &
bersifat
alamiah serta kekal. Contoh keluarga, kerabat, tetangga.
2. Patembayan adalah ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek& bersifat
kontraktual. F. Tonnies menghubungkan dua kelompok tersebut dengan dua
bentuk kemauan asasi manusia, yaitu wessenwille & kurwille.
- Wessenwille
adalah bentuk kemauan yang dikodratkan, yang timbul dari keseluruhan
kehidupan alami. Disini
perasaan dan akal merupakan kesatuan hidup yang alamiah
dan organis. Kurwille
adalah bentuk kemauan yang dipimpin oleh cara
berpikir yang
didasarkan pada akal. Ini merupakan kemauan pada tujuan2 tertentu
yang bersifat rasional.
Tonnies memandang kelompok2 tersebut sebagai bentuk perkembangan. Orang – orang
menjadi kelompok
patembayan karena ia memiliki kepentingan rasional.
Ciri – ciri Paguyuban
1. Intimate, hubungan mesra
2. Private, bersifat pribadi
3. ekslusif, hubungan tersebut hanya untuk
“kita” &
bukan untuk orang lain di luar “kita”
Macam paguyuban :
1. Gemmeinschaft by blood,
2. Gemmeinschaft by place,
3. Gemmeinschaft by mind,
Solidaritas Mekanik
& Organik
1. Solidaritas mekanis menjadi
karakteristik kehidupan masyarakat desa yang masih sederhana, jumlah relatif
sedikit & teknologinya sederhana. Interaksi tatap muka
2. Solidaritas organis menjadi
karakteristik kehidupan masyarakat maju yang kompleks, dengan pembagian
kerja yang jelas.
Pada masyarakat desa, perbedaan
kepandaian pada umumnya kurang menonjol, sehingga kedudukan para
anggota secara individual tidak begitu penting. Dari
sudut pembagian kerja, bila ada anggota yang dikeluarkan maka
hal itu tidak begitu dirasakan karena masyarakat
secara keseluruhan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari
individu. Struktur yang demikian oleh Durkheim
disebut struktur mekanis. Sebaliknya dalam masyarakat yang kompleks timbul
spesialisasi
sehingga tiap individu/ bagian menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan
dengan individu/bagian
lain (struktur organis).
In Group & Out Group
1. In group adalah kelompok sosial,
dimana individu mengidentifikasikan dirinya.
2. Out group adalah kelompok sosial
yang oleh individu diartikan sebagai
“lawan” in groupnya.
Kelompok sosial yang tidak teratur
Kerumunan (crowd) individu-individu
yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan
·
Bersifat
sementara (kumpulan orang2 di stasiun kertea api)
·
Tidak
terorganisirkan (orang2 di stasiun berkumpul tanpa koordinasi sebelumnya)
·
Memiliki
tujuan yang sama (membeli karcis)
·
Kesamaan
identitas antar individu (di stasiun tdk ada mahasiswa, guru, profesor
Pembeli Karcis)
·
Memiliki
pimpinan namun tak mempunyai sistem (Direktur PT KA tdk memiliki hubungan yg
terikat dengan pembeli karcis)
Publik Ú kumpulan manusia yang
jumlahnya tidak bisa diukur
•
Interaksi mereka terjadi secara tidak langsung melalui
alat2 komunikasi seperti surat kabar, radio, TV, film, internet (email, FB,
Blog, website,dll)
•
Alat komunikasi tersebut adalah ruang publik
Formal & Informal Group
1. Formal group adalah kelompok yang memiliki peraturan
tegas, dan sengaja dibentuk oleh anggota2nya
untuk mengatur hubungan
antarsesamanya.
2. Informal group adalah kelompok sosial yang tidak mempunyai struktur dan organisasi yang
jelas dan tegas.
Membership & Reference Group
1. Membershiop
group merupakan suatu kelompok Dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota
tersebut.
2. Reference
group adalah kelompok2 sosial yang menjadiacuan bagi seseorang ( bukan anggota kelompok tsb) untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
Konsekuensi
kelompok social
1. Sikap
antipati
2. Sikap
primordialisme
3.
Etnosentrisme
4.
Konflik yang mengarah ke disintegrasi
5.
Penyesuaian (integrasi)
Community
Diterjemahkan sebagai “masyarakat setempat”
Masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang
ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu
Dasar
dari
masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan semasyarakat setempat
(Ex.
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan)
Masyarakat Desa (rural community)& Masyarakat Perkotaan (urban community)
Rural community:
Ø
Mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam
Ø
Segala sesuatunya dijalankan atas dasar musyawarah
Ø
Pada umunya hidup dari pertanian: cara bertani sangat
tradisional, mereka merasa puas apabila kebutuhan keluarga telah dicukupinya,
pekerjaan diluar pertanian hanya pekerjaan sampingan
Ø
Rata2 hidup dalam kesederhanaan (makan, pakaian,dan
kebutuhan2 lainya)
Ø
Keyakinan terhadap hukum adat (tradisional) kuat.
Urban community:
Ø
Individual, orang2
kota dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain
Ø
Keberagaman identitas Ú pendatang
berangkat dari berbagai daerah
Ø
Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak
Ø
Menjalankan segala sesuatu atas dasar pertimbangan
rasional
Ø
Proses perubahan sosial lebih cepat Ú dikarenakan hidup yang terbuka atas informasi yang ada.
PENGERTIAN
MASALAH SOSIAL
- Masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara
unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok
sosial, atau menghambat terpenuhinya
keinginan2 pokok warga kelompok bersangkutan sehingga menyebabkan terjadinya
kepincangan ikatan sosial. (Soekanto, 2005:358)
- Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang
mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
FAKTOR PENYEBAB
MASALAH SOSIAL
FAKTOR EKONOMI
-KEMISKINAN
-PENGANGGURAN
2. FAKTOR BUDAYA
-PERCERAIAN
-KENAKALAN
REMAJA
3. FAKTOR BIOLOGIS
-KEHARUSAN
MAKAN
-KEPENDUDUKAN
-MEMPERTAHANKAN
DIRI
4. FAKTOR PSIKOLOGIS
-PENYAKIT
SYARAF
-ALIRAN
SESAt
FAKTOR EKONOMI
-KEMISKINAN
-PENGANGGURAN
Faktor ini merupakan faktor terbesar terjadinya
masalah sosial. Apalagi setelah terjadinya krisis global PHK mulai terjadi di
mana-mana dan bisa memicu tindak kriminal karena orang sudah sulit mencari
pekerjaan
FAKTOR BUDAYA
-PERCERAIAN
-KENAKALAN REMAJA
Kenakalan remaja menjadi masalah sosial yang sampai
saat ini sulit dihilangkan karena remaja sekarang suka mencoba hal-hal baru
yang berdampak negatif seperti narkoba, padahal remaja adalah aset terbesar
suatu bangsa merekalah yang meneruskan perjuangan yang telah dibangun sejak
dahulu.
FAKTOR BIOLOGIS
-KEHARUSAN MAKAN
-KEPENDUDUKAN
-MEMPERTAHANKAN DIRI
Penyakit menular bisa menimbulkan masalah sosial bila
penyakit tersebut sudah menyebar disuatu wilayah atau menjadi pandemik.
FAKTOR PSIKOLOGIS
-PENYAKIT SYARAF
-ALIRAN SESAT
Aliran sesat sudah banyak terjadi di Indonesia dan
meresahkan masyarakat walaupun sudah banyak yang ditangkap dan dibubarkan tapi
aliran serupa masih banyak bermunculan di masyarakat sampai saat ini.
PENYEBAB MASALAH SOSIAL
PERSEBARAN PENDUDUK YANG TIDAK MERATA
Wilayah negara kita sangat luas. Penduduk yang tinggal
di wilayah negara kita tidak merata. Ada daerah yang sangat padat, namun ada
juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Provinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta sangat padat.Ini sangat berbeda dengan Provinsi Kalimantan Barat. Di
sana hanya ada 27 orang yang mendiami wilayah seluas satu kilometer persegi.
PERTUMBUHAN PENDUDUK YANG TINGGI
Jumlah penduduk Indonesia sudah sangat banyak. Jumlah
ini akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah penduduk juga tinggi. Hal
ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka
kematian.
KUALITAS PENDUDUK RENDAH
Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Ini
mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk Indonesia. Masyarakat Indonesia kurang
memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Akibatnya, masyarakat
mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus.
RENDAHNYA PENDAPATAN PER KAPITA
Pendapatan per kapita artinya rata-rata pendapatan
penduduk setiap tahun. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia masih rendah.
Rendahnya pendapatan per kapita rendah berkaitan erat dengan banyaknya
masyarakat miskin.
TINGGINYA TINGKAT KETERGANTUNGAN
Penduduk yang tidak tidak bekerja disebut penduduk yang
tidak produktif. Biasanya penduduk yang tidak bekerja adalah yang telah berusia
lanjut atau masih anak-anak dan remaja. Mereka ini disebut usia nonproduktif.
Penduduk nonproduktif menggantungkan hidupnya pada penduduk produktif
(bekerja). Karena usia nonproduktif tinggi, maka tingkat ketergantungan di
Indonesia cukup tinggi.
TINDAK KEJAHATAN (KRIMINALITAS)
Tindak kejahatan pencurian dan perampokan sering
disebakan oleh masalah kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, pemerintah dan
masyarakat harus berusaha keras untuk menciptakan lapangan kerja. Selain itu,
kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkat-kan untuk meningkatkan
keterampilan dan keahlian warga. Sementara itu, aparat keamanan,
MASALAH SAMPAH
Berkaitan dengan sampah adalah kebiasaan buruk
membuang sampah sembarangan. Di banyak tempat banyak warga yang biasa membuang
sampah ke sungai dan saluran air. Sungai dan aliran air menjadi mampet.
Akibatnya, sering terjadi banjir jika hujan lebat.
Semua warga masyarakat harus ikut serta mengelola sampah.
Warga bisa mengurangi masalah sampah dengan tertib mengelola sampah. Kita
biasakan untuk memisahkan sampah plastik dari sampah basah. Kemudian kita
menaruh sampah di tempat semestinya
PENCEMARAN LINGKUNGAN
Pencemaran mengakibatkan matinya ikan dan makhluk
lainnya yang hidup di air. Akhirnya, manusia juga menderita kerugian.
Udara yang kita hirup adalah udara yang sangat kotor.
Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi pencemaran udara.
Misalnya, membuat taman kota dan menanam pohon sebanyak-banyaknya.
RUSAKNYA FASILITAS UMUM
Banyak fasilitas umum dalam keadaan rusak atau tidak
terpelihara. Banyak sarana transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal
sudah tua dan kotor. Demikian juga fasilitas-fasilitas sosial lainnya seperti
telpon umum, WC umum, tempat hiburan dan rekreasi, dan sebagainya. Fasilitas
umum memang dipelihara dan dijaga oleh pemerintah. Meskipun demikian,
masyarakat harus membantu merawat dan menjaga supaya tidak cepat rusak. Kalau
ada fasilitas umum yang rusak, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang.
PRILAKU TIDAK DISIPLIN
Contoh perilaku tidak disiplin di jalan raya antara
lain :
1. Menjalankan kendaraan melawan arus. Hal ini umumnya dilakukan pengendara sepeda motor.
2. Mengendarai sepeda motor di tempat yang bukan semestinya, misalnya di trotoar dan jalur cepat.
3. Pengandara mobil yang parkir sembarangan.
4. Angkot dan bis sering berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
5. Pejalan kaki menyebrang jalan meskipun rambu untuk pejalan kaki menyala merah. Banyak juga pejalan kaki yang menyeberang bukan pada tempat semestinya.
1. Menjalankan kendaraan melawan arus. Hal ini umumnya dilakukan pengendara sepeda motor.
2. Mengendarai sepeda motor di tempat yang bukan semestinya, misalnya di trotoar dan jalur cepat.
3. Pengandara mobil yang parkir sembarangan.
4. Angkot dan bis sering berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
5. Pejalan kaki menyebrang jalan meskipun rambu untuk pejalan kaki menyala merah. Banyak juga pejalan kaki yang menyeberang bukan pada tempat semestinya.
PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN ALKOHOL
Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah sosial yang
sangat serius. Pemakai narkoba akan kecanduan. Zat-zat itu perlahan-lahan merusak
tubuh pemakainya. Banyaknya peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkoba sangat
meresahkan.
Negara kita memiliki hukum yang sangat keras yang mengatur peredaran narkoba. Siapa yang berani mengedarkan narkoba jenis apapun akan dihukum mati. Demikian pula penggunaan alkohol. Negara kita juga memiliki undang-undang yang melarang penjualan alkohol di sembarang tempat.
Negara kita memiliki hukum yang sangat keras yang mengatur peredaran narkoba. Siapa yang berani mengedarkan narkoba jenis apapun akan dihukum mati. Demikian pula penggunaan alkohol. Negara kita juga memiliki undang-undang yang melarang penjualan alkohol di sembarang tempat.
KELANGKAAN BARANG-BARANG KEBUTUHAN
Barang-barang kebutuhan yang sering langka antara lain
minyak tanah dan minyak sayur. Kelangkaan barang-barang kebutuhan sehari-hari
meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, kelangkaan barang-barang termasuk
masalah sosial. Pemerintah mempunyai tugas memastikan bahwa persediaan
barang-barang kebutuhan sehari-hari cukup.
KEMISKINAN
Kemiskinan menjadi masalah sosial karena ketika
kemiskinan mulai merabah atau bertambah banyak maka angka kriminalitas yang ada
akan meningkat. Pusaran arus besar pemikiran sekitar kita saat ini
menerjemahkan kemiskinan sebagai pangkal penyebab masalah sosial dan ekonomi
CARA MENGATASI
MASALAH SOSIAL
PERAN ORANGTUA
-Dengan bekerja sebaik mungkin memenuhi kebutuhan
keluarga agar dengan perekonomian keluarga yang sehat tidak akan berdampak pada
terjadinya persoalan ekonomi keluarga yang akan menyerempet kehidupan
masyarakat di sekitarnya.
-Dengan memberikan pendidikan yang baik kepada
anak-anaknya bukan hanya sekedar menyekolahkan mereka tapi juga dengan
senantiasa memberi nasehat saat dirumah.
-Dengan memberi tambahan ilmu agama pada anak-anaknya
merupakan langkah tepat dalam mengatasi dan menghindari masalah sosial. Sebab
agama akan menuntun mereka berprilaku lebih baik sehingga kehidupan berbudaya
dapat berjalan dengan baik.
PERAN GOLONGAN TERTENTU
-Bagi seorang pengusaha misalnya dengan memberikan
bantuan modal pada anak muda yang ingin berbisnis atau menyediakan fasilitas
belajar bagi mereka.
-Untuk tokoh agama tentunya banyak melakukan penyuluhan dan
nasehat-nasehat yang mengena di hati orang-orang agar mudah diterima.
-Sedang untuk lembaga sosial, misalnya organisasi
kemasyarakatan, sebaiknya banyak melakukan penelitian soal keadaan sosial di
daerahnya dan kemudian menerapkan pemecahannya dengan
melibatkan
banyak orang dan lain sebagainya.
PERAN PEMERINTAH
-Diantara yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan
mendirikan lembaga khusus yang menangani persoalan-persoalan tertentu, misalnya
penyuluhan anti narkoba,pelatihan ketenagakerjaan dan lain sebagainya.
-Selain itu menciptakan aturan-aturan yang tegas pada
semua usaha yang di lakukan oleh pemerintah juga menjadi senjata ampuh dalam
menjaga kelangsungan program-program tersebut.
Diferensiasi sosial
n
Pembedaan
masyarakat secara horizontal, tanpa memandang secara bertingkat.
n
Diferensiasi
dibedakan dengan stratifikasi sosial.
Diferensiasi sosial : Perbedaan Ras,
perbedaan ciri sosial, perbedaan budaya
n
Perbedaan Ras: Diferensiasi
sosial berdasar ciri fisik.
Ciri fisik
meliputi: warna kulit, bentuk mata, bentuk hidung, bentuk rambut.
n
Perbedaan ciri sosial : Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan fungsi dan peran sosial;
perbedaan profesi.Perbedaan
profesi: guru, dokter, pedagang, pengacara.
n
Perbedaan
ciri Budaya: Diferensiasi sosial berdasarkan latar adat istiadat
yang berbeda.
Keragaman suku menyebabkan perbedaan budaya,
kebiasaan, adat di masyarakat.
Implikasi
diferensiasi sosial : Konflik, Integrasi dan disintegrasi
n
Interseksi
: Interseksi = persilangan dua kelompok atau lebih dari
kelas sosial yang berbeda dalam kelompok-kelompok sosial masyarakat yang
majemuk.
Saluran berupa: perkawinan, perekonomian, politik,
pendidikan.
n
Konsolidasi
: Penguatan penguatan keanggotaan masyarakat dalam
kelompok-kelompok social.
n
Etnosentrisme
: Etnosentrisme = sikap/pandangan yang berpangkal pada
masyarakat dan kebudayaan sendiri. Biasanya disertai dengan sikap dan pandangan
meremehkan masyarakat dan kebudayaan lainnya.
n
Primordialisme
: Faham/ide dari anggota masyarakat yang mempunyai
kecenderungan untuk berkelompok sehingga terbentuklah suku-suku, bangsa,
perkumpulan, kekerabatan dengan maksud memperkokoh persatuan dan kesatuan di
antara mereka sekaligus mempertahankan identitas dirinya sebagai satu kesatuan
kekerabatan, asal usul, adat istiadat dan budaya.
n
Chauvinisme
: Faham yang mengagungkan asal usul bangsanya, dengan
merendahkan bangsa lain.
STRATIFIKASI
SOSIAL
•
Pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia
dengan derajat yang sama. Hal ini
terlihat dari pernyataan “Dihadapan Tuhan semua orang adalah sama yang
mebedakannya adalah iman & takwanya” atau kalimat “Di hadapan hukum semua
orang adalah sama” atau “berdiri sama tinggi duduk sama rendah.” Namun
kenyataan di masyarakat menunjukkan adanya penghargaan yang berbeda terhadap
individu berdasarkan kelebihan yang dimilikinya.
•
Menurut Soerjono Soekanto, kriteria
yang dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat kepada lapisan tertentu
adalah berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1. Kekayaan.
•
Semakin besar pendapatan seseorang,
semakin besar kesempatan memiliki banyak harta benda dan semakin besar
peluangnya untuk menduduki strata atas.
2. Kekuasaan.
•
Kekuasaan berkaitan dengan kemampuan
seseorang untuk menentukan kehendaknya terhadap orang lain. Anggota masyarakat
yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati strata atas.
3. Keturunan
(kehormatan).
•
Kriteria keturunan ini terlepas dari
ukuran kekayaan atau kekuasaan. Dalam masyarakat feodal, keluarga raja atau
bangsawan menempati strata atas. Seperti gelar Raden di Jawa Tengku di
Aceh, I Gde di Bali, dan lain sebagainya.
4. Pendidikan
dan ilmu pengetahuan.
•
Dalam masyarakat yang menghargai ilmu
pengetahuan, orang yang memiliki keahlian atau profesionalis akan mendapatkan
penghargaan yang lebih besar. Seperti dokter, hakim, profesor.
STRATIFIKASI SOSIAL
•
Pembedaan anggota masyarakat
berdasarkan status yang dimilikinya dalam sosiologi dinamakan
Stratifikasi Sosial.
•
Adalah perbedaan penduduk atau
masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (Pitirim Sorokin)
•
Stratifikasi sosial merupakan gejala
universal dan merupakan bagian dari sistem sosial masyarakat.
•
Di masyarakat yang sederhana, wujud
stratifikasi sosial terlihat pada:
- Adanya kelompok berdasarkan jenis
kelamin dan umur dengan pembedaan hak dan kewajiban
- Adanya pemimpin kelompok atau suku
yang berpengaruh dan memiliki hak istimewa.
- Adanya pembagian kerja di dalam
suku itu sendiri.
- Adanya orang-orang yang dikucilkan
di luar kasta.
Unsur – unsur Lapisan Masyarakat
•
Kedudukan (Status)
•
Peranan (Role)
STATUS
= Tempat seseorang dalam kelompok sosial.
Macam Konsep Status:
1. Ascribed Status.
Kedudukan
seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan kemampuan.
Diperolehnya melalui kelahiran.
2. Achieved Status
Kedudukan
yang diperoleh dengan usaha tertentu yang disengaja.
3. Assigned Status
Suatu
kelompok memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang karena
jasa-jasanya yang besar kepada kelompok tersebut.
Menurut Ralph Linton, sejak lahir orang
memperoleh sejumlah status tanpa memandang kemampuan.
Status
yang diperoleh dengan sendirinya antara lain status berdasarkan:
1. Usia
2. Jenis
kelamin
3. Hubungan
kekerabatan
4. Keanggotaan
dalam kelompok tertentu seperti kasta dan kelas.
Ad,
1. Stratifikasi usia.
Stratifikasi
yang membedakan warga masyarakat berdasarkan usia seseorang.
•
Anggota masyarakat yang berusia lebih
muda mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda dengan anggota masyarakat yang
lebih tua.
•
Dalam hukum adat suatu masyarakat
tertentu anak sulung mempunyai kewenangan lebih besar daripada adik-adiknya,
bisa juga memperoleh prioritas dalam pewarisan harta atau kekuasaan.
Contoh:
•
Elizabeth, putri sulung dari George,
Raja Inggris, mewarisi tahta kerajaan Inggris tatkala ayahnya meninggal dunia
pada tahun 1952.
•
Kaisar Jepang, Hirohito, mewarisi
tahtanya pada putra sulungnya, Akihito.
•
Ratu Wilhelmina dari Belanda mewarisi
tahtanya pada Ratu Juliana dari Belanda dan saat meninggal ia mewarisi tahtanya
pada putri sulungnya, Beatrix.
Ad.
2. Stratifikasi jenis kelamin
•
Stratifikasi yang membedakan warga
masyarakat berdasarkan jenis kelamin seseorang.
•
Sejak dilahirkan pria dan wanita memperoleh
hak dan kewajiban yang berbeda. Dalam banyak masyarakat status pria lebih
tinggi dari wanita. Partisipasi wanita dalam dunia kerja relatif terbatas
dibandingkan dengan pria bekerja.
Ad.3. Stratifikasi berdasarkan
hubungan kekerabatan
•
Status yang didapatkan individu karena
memiliki hubungan dengan individu tertentu yang menduduki strata tertentu.
Contohnya:
•
Corazon Aquino, yang terpilih menjadi
Presiden setelah suaminya wafat.
•
Megawati Soerkarno Putri, yang tepilih
menjadi Presiden setelah ayahnya wafat.
•
Benazir Bhutto yang menjadi Perdana
Mentri Pakistan, setelah ayahnya Zulfikar Ali Bhutto dihukum mati.
Ad.3.
Stratifikasi berdasarkan hubungan kekerabatan
•
Status yang didapatkan individu karena
memiliki hubungan dengan individu tertentu yang menduduki strata tertentu.
Contohnya:
•
Corazon Aquino, yang terpilih menjadi
Presiden setelah suaminya wafat.
•
Megawati Soerkarno Putri, yang tepilih
menjadi Presiden setelah ayahnya wafat.
•
Benazir Bhutto yang menjadi Perdana
Mentri Pakistan, setelah ayahnya Zulfikar Ali Bhutto dihukum mati.
Dalam masyarakat India,
dijumpai empat kasta yaitu:
•
1. Kasta Brahmana, merupakan kasta
para pendeta.
•
2. Kasta Ksatria, merupakan kasta
para bangsawan & tentara
•
3. Kasta
Vaicya / Vidya, merupakan kasta para pedagang
•
4. Kasta
Sudra, merupakan kasta orang biasa, rakyat jelata.
•
Mereka
yang tak berkasta adalah dimasukkan kedalam golongan Paria.
•
Sistem
Kasta di India dijumpai pula di Amerika Serikat dimana terdapat pemisahan yang
tajam antara golongan kulit putih dengan golongan kulit berwarna. Sistem
tersebut dikenal dengan istilah Segregation yang sebenarnya tidak
berbeda dengan sistem apartheid di Uni Afrika Selatan.
Stratifikasi yang lainnya
Stratifikasi pendidikan
Stratifikasi yang membedakan
warga masyarakat berdasarkan jenjang pendidikan tertinggi yang diraih.
Stratifikasi pekerjaan
•
Stratifikasi
yang membedakan warga masyarakat berdasarkan pekerjaan yang dilakukan.
•
Di
bidang pekerjaan modern, kita mengenal berbagai klasifikasi yang mencerminkan
stratifikasi pekerjaan seperti pembedaan antara manajer serta tenaga eksekutif
dan tenaga admistratif. Antara asisten dosen, lektor dan guru besar.
Stratifikasi ekonomi
•
Stratifikasi
yang membedakan warga masyarakat berdasarkan pekerjaan, penguasaan dan
pemilikan materi.
PERANAN (ROLE)
•
Peranan
merupakan aspek yang dinamis dari suatu kedudukan (status). Peranan adalah
tingkah laku yang diharapkan dari orang memiliki status. Antara status dan
peranan tidak dapat dipisahkan. Tidak ada peranan tanpa status. Status tidak
berfungsi tanpa peranan. Contohnya dalam kelas seorang siswa tidak akan bisa
mengatur ketertiban jika ia tidak memiliki status sebagai ketua kelas.
•
Peranan
menentukan apa yang diperbuatnya bagi masyarakat, serta kesempatan-kesempatan
apa yang diberikan masyarakat kepadanya.
•
Terkadang
timbul pula apa yang dinamakan konflik peranan, yaitu ketika orang harus
memilih peranan dari dua status atau lebih yang dia miliki. Contohnya seorang
wanita yang merupakan ibu rumah tangga tapi juga sebagai wanita karir. Saat
putrinya sakit, dia harus memilih untuk tetap ke kantor atau membawa putrinya
berobat ke dokter.
•
Konflik
status bisa juga terjadi antar individu, misalnya suami dengan istrinya. Juga
bisa terjadi antara kelompok atau institusi, misalnya Mahkamah Agung dengan
Mahkamah Yudisial.
AKIBAT STRATIFIKASI
•
Menurut
Moore dan Davis, stratifikasi dibutuhkan demi kelangsungan hidup masyarakat.
Dalam masyarakat terdapat status-status yang harus ditempati agar masyarakat
dapat berlangsung.
•
Stratifikasi
timbul karena dalam masyarakat berkembang pembagian kerja yang memungkinkan
perbedaan kekayaan, kekuasaan dan prestise.
Komentar
Posting Komentar