Materi Sosiologi Kelas XI Kelompok Sosial Kurikulum Merdeka

MATERI SOSIOLOGI KELAS XI

KELOMPOK SOSIAL
           Sebagai makhluk Tuhan, manusia memiliki dua predikat sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam kehidupannya, manusia memiliki naluri gregariousness.
dan  dua hasrat, yaitu :
1. keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain, &
2. keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alamnya.
Keinginan manusia untuk menjadi satu dengan manusia lainnya, dimanifestasikan dalam bentuk hidup bersama / berkelompok, Seperti apakah perwujudan kehidupan berkelompok tersebut?

Soerjono Soekanto,

kelompok sosial adalah himpunan/kesatuan 2 manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.

Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
,

kelompok sosial merupakan kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya saling berinteraksi.

Hendro Puspito,

kelompok sosial sebagai suatu kumpulan nyata, teratur, dan tetap dari individu – individu yang melaksanakan peran – perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
Syarat – syarat kelompok social
Soerjono Soekanto menyebutkan syarat – syarat
terbentuknya kelompok sosial sebagai berikut :
                1. adanya kesadaran individu sebagai anggota suatu kelompok
                2. adanya hubungan timbal balik antaranggota
                3. adanya faktor pengikat, spt. kesamaan      ideologi dan kepentingan bersama
                4. memiliki struktur dan norma
                5. bersistem dan berproses.
Ciri - ciri kelompok social
1. merupakan kesatuan yang nyata
2. ada interaksi antaranggota
3. adanya faktor pengikat, seperti kesamaan ideologi dan kepentingan bersama
4. memiliki struktur dan norma
5. bersistem dan berproses
Faktor-faktor pembentukan kelompok social
1. Persamaan genealogis
2. Persamaan teritorial
3. Persamaan kepercayaan
4. Persamaan kepentingan



Faktor (lain) pembentukan kelompok
Tipe-tipe kelompok social
1. Kategori statistik adalah pengelompokkan atas dasar ciri tertentu yg sama.
2. Kategori sosial adalah kelompok individu yang sadar  akan ciri 2 yang sama.
3. Kelompok sosial ( keluarga batih, kerabat).
4. Kelompok tidak teratur, ex, kerumunan
5. Organisasi formal, yaitu setiap kelompok yang
    sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu.
1.       Kelompok primer & sekunder
Berdasarkan kualitas hubungan & tujuan antaranggota,
kelompok sosial dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. kelompok primer (face to face group)
2. kelompok sekunder.
Kelompok primer merupakan kelompok sosial yang pertama kali dijumpsi individu untuk saling mengenal,
berinteraksi, dan bekerja sama cukup erat. Hubungan antaranggota akrab, personal, spontan, sentimentil, dan ekslusif.
Contoh, keluarga, kerabat.
Kelompok primer & sekunder
CH. Cooley mengemukakan syarat2 kelompok primer :
1. Anggota kelompok secara fisik berdekatan satu sama lain
2. Merupakan sebuah kelompok kecil
3. Adanya suatu kelanggengan hubungan antaranggota.
Dalam kelompok primer terjadi proses interaksi secara
Erat. Coba Anda sebutkan kelompok primer yang
menjadi bagian dari kelompok sosial Anda !
Kelompok primer & sekunder
Kelompok sekunder merupakan suatu kelompok besar yang terdiri dari banyak orang, hubungannya
tidak harus saling mengenal secara pribadi, kurang akrab, dan sifatnya tidak begitu langgeng karena
mereka berkumpul berdasarkan asas manfaat dan kepentingan yang sama. Di masyarakat Indonesia, kelompok primer dan
sekunder tercermin dalam gemmeinschaft dan gesselschaft.
Gemmeinschaft & Gesselshaft
Di Indonesia, Gemmeinschaft & Gesselshaft dikenal dengan istilah paguyuban dan patembayan.
1. Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama dimana anggota2nya diikat oleh hubungan batin yang murni &
    bersifat alamiah serta kekal. Contoh keluarga, kerabat, tetangga.
2. Patembayan adalah ikatan lahir yang bersifat pokok  untuk jangka waktu yang pendek& bersifat kontraktual. F. Tonnies menghubungkan dua kelompok tersebut dengan dua bentuk kemauan asasi manusia, yaitu wessenwille & kurwille.
- Wessenwille  adalah bentuk kemauan yang dikodratkan, yang timbul dari keseluruhan kehidupan alami. Disini
perasaan dan akal merupakan kesatuan hidup yang alamiah dan organis. Kurwille  adalah bentuk kemauan yang dipimpin oleh cara
berpikir  yang didasarkan pada akal. Ini merupakan kemauan pada tujuan2 tertentu yang  bersifat rasional.
Tonnies memandang kelompok2 tersebut  sebagai bentuk perkembangan. Orang – orang menjadi kelompok
patembayan karena ia memiliki kepentingan rasional.
Ciri – ciri Paguyuban
1. Intimate, hubungan mesra
2. Private, bersifat pribadi
3. ekslusif, hubungan tersebut hanya untuk
   “kita” & bukan untuk orang lain di luar “kita”
Macam paguyuban :
1. Gemmeinschaft by blood,
2. Gemmeinschaft by place,
3. Gemmeinschaft by mind,
Solidaritas Mekanik  & Organik
1. Solidaritas mekanis menjadi karakteristik kehidupan masyarakat desa yang masih sederhana, jumlah relatif
    sedikit & teknologinya sederhana. Interaksi tatap muka
2. Solidaritas organis menjadi karakteristik kehidupan masyarakat maju yang kompleks, dengan pembagian
    kerja yang jelas.
Pada masyarakat desa, perbedaan kepandaian pada umumnya kurang menonjol, sehingga kedudukan para
anggota secara individual tidak begitu penting. Dari sudut pembagian kerja, bila ada anggota yang dikeluarkan maka
hal itu tidak begitu dirasakan karena masyarakat secara keseluruhan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari
individu. Struktur yang demikian oleh Durkheim disebut struktur mekanis. Sebaliknya dalam masyarakat yang kompleks timbul
spesialisasi  sehingga tiap individu/ bagian menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan dengan individu/bagian
lain (struktur organis).
 In Group  & Out Group
1. In group adalah kelompok sosial, dimana individu mengidentifikasikan dirinya.
2. Out group adalah kelompok sosial yang oleh individu  diartikan sebagai “lawan” in groupnya.
Kelompok sosial yang tidak teratur
Kerumunan (crowd)  individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan
·         Bersifat sementara (kumpulan orang2 di stasiun kertea api)
·         Tidak terorganisirkan (orang2 di stasiun berkumpul tanpa koordinasi sebelumnya)
·         Memiliki tujuan yang sama (membeli karcis)
·         Kesamaan identitas antar individu (di stasiun tdk ada mahasiswa, guru, profesor  Pembeli Karcis)
·         Memiliki pimpinan namun tak mempunyai sistem (Direktur PT KA tdk memiliki hubungan yg terikat dengan pembeli karcis)
Publik Ú  kumpulan manusia yang jumlahnya tidak bisa diukur
       Interaksi mereka terjadi secara tidak langsung melalui alat2 komunikasi seperti surat kabar, radio, TV, film, internet (email, FB, Blog, website,dll)
       Alat komunikasi tersebut adalah ruang publik
Formal & Informal Group
1. Formal group adalah kelompok yang memiliki peraturan tegas, dan sengaja dibentuk oleh anggota2nya
    untuk mengatur hubungan antarsesamanya.
2. Informal group adalah kelompok sosial yang  tidak mempunyai struktur dan organisasi yang
   jelas dan tegas.
Membership & Reference Group
1. Membershiop group merupakan suatu kelompok Dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota
    tersebut.
2. Reference group adalah kelompok2 sosial yang menjadiacuan bagi seseorang  ( bukan anggota kelompok tsb)  untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
Konsekuensi kelompok social
1. Sikap antipati
2. Sikap primordialisme
3. Etnosentrisme
4. Konflik yang mengarah ke disintegrasi
5. Penyesuaian (integrasi)
Community
  Diterjemahkan sebagai “masyarakat setempat”
  Masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu
  Dasar dari masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan semasyarakat setempat
                (Ex. Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan) 
Masyarakat Desa (rural community)& Masyarakat Perkotaan (urban community)
  Rural community:
Ø  Mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam
Ø  Segala sesuatunya dijalankan atas dasar musyawarah
Ø  Pada umunya hidup dari pertanian: cara bertani sangat tradisional, mereka merasa puas apabila kebutuhan keluarga telah dicukupinya, pekerjaan diluar pertanian hanya pekerjaan sampingan 
Ø  Rata2 hidup dalam kesederhanaan (makan, pakaian,dan kebutuhan2 lainya)
Ø  Keyakinan terhadap hukum adat (tradisional) kuat.
  Urban community:
Ø  Individual, orang2 kota dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain
Ø  Keberagaman identitas Ú pendatang berangkat dari berbagai daerah
Ø  Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak
Ø  Menjalankan segala sesuatu atas dasar pertimbangan rasional
Ø  Proses perubahan sosial lebih cepat Ú dikarenakan hidup yang terbuka atas informasi yang ada.
PENGERTIAN MASALAH SOSIAL
-               Masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial, atau menghambat terpenuhinya keinginan2 pokok warga kelompok bersangkutan sehingga menyebabkan terjadinya kepincangan ikatan sosial. (Soekanto, 2005:358)
-               Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
FAKTOR PENYEBAB MASALAH SOSIAL
FAKTOR EKONOMI
                -KEMISKINAN
                -PENGANGGURAN
2. FAKTOR BUDAYA
                -PERCERAIAN
                -KENAKALAN REMAJA
3. FAKTOR BIOLOGIS
                -KEHARUSAN MAKAN
                -KEPENDUDUKAN
                -MEMPERTAHANKAN DIRI
4. FAKTOR PSIKOLOGIS
                -PENYAKIT SYARAF
                -ALIRAN SESAt
FAKTOR EKONOMI
-KEMISKINAN
-PENGANGGURAN
Faktor ini merupakan faktor terbesar terjadinya masalah sosial. Apalagi setelah terjadinya krisis global PHK mulai terjadi di mana-mana dan bisa memicu tindak kriminal karena orang sudah sulit mencari pekerjaan
FAKTOR BUDAYA
-PERCERAIAN
-KENAKALAN REMAJA
Kenakalan remaja menjadi masalah sosial yang sampai saat ini sulit dihilangkan karena remaja sekarang suka mencoba hal-hal baru yang berdampak negatif seperti narkoba, padahal remaja adalah aset terbesar suatu bangsa merekalah yang meneruskan perjuangan yang telah dibangun sejak dahulu.
FAKTOR BIOLOGIS
-KEHARUSAN MAKAN
-KEPENDUDUKAN
-MEMPERTAHANKAN DIRI
Penyakit menular bisa menimbulkan masalah sosial bila penyakit tersebut sudah menyebar disuatu wilayah atau menjadi pandemik.
FAKTOR PSIKOLOGIS
-PENYAKIT SYARAF
-ALIRAN SESAT
Aliran sesat sudah banyak terjadi di Indonesia dan meresahkan masyarakat walaupun sudah banyak yang ditangkap dan dibubarkan tapi aliran serupa masih banyak bermunculan di masyarakat sampai saat ini.
PENYEBAB MASALAH SOSIAL
PERSEBARAN PENDUDUK YANG TIDAK MERATA
Wilayah negara kita sangat luas. Penduduk yang tinggal di wilayah negara kita tidak merata. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sangat padat.Ini sangat berbeda dengan Provinsi Kalimantan Barat. Di sana hanya ada 27 orang yang mendiami wilayah seluas satu kilometer persegi.
PERTUMBUHAN PENDUDUK YANG TINGGI
Jumlah penduduk Indonesia sudah sangat banyak. Jumlah ini akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah penduduk juga tinggi. Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian.
KUALITAS PENDUDUK RENDAH
Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Ini mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk Indonesia. Masyarakat Indonesia kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus.
RENDAHNYA PENDAPATAN PER KAPITA
Pendapatan per kapita artinya rata-rata pendapatan penduduk setiap tahun. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia masih rendah. Rendahnya pendapatan per kapita rendah berkaitan erat dengan banyaknya masyarakat miskin.
TINGGINYA TINGKAT KETERGANTUNGAN
Penduduk yang tidak tidak bekerja disebut penduduk yang tidak produktif. Biasanya penduduk yang tidak bekerja adalah yang telah berusia lanjut atau masih anak-anak dan remaja. Mereka ini disebut usia nonproduktif. Penduduk nonproduktif menggantungkan hidupnya pada penduduk produktif (bekerja). Karena usia nonproduktif tinggi, maka tingkat ketergantungan di Indonesia cukup tinggi.
TINDAK KEJAHATAN (KRIMINALITAS)
Tindak kejahatan pencurian dan perampokan sering disebakan oleh masalah kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk menciptakan lapangan kerja. Selain itu, kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkat-kan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga. Sementara itu, aparat keamanan,
MASALAH SAMPAH
Berkaitan dengan sampah adalah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Di banyak tempat banyak warga yang biasa membuang sampah ke sungai dan saluran air. Sungai dan aliran air menjadi mampet. Akibatnya, sering terjadi banjir jika hujan lebat.
Semua warga masyarakat harus ikut serta mengelola sampah. Warga bisa mengurangi masalah sampah dengan tertib mengelola sampah. Kita biasakan untuk memisahkan sampah plastik dari sampah basah. Kemudian kita menaruh sampah di tempat semestinya
PENCEMARAN LINGKUNGAN
Pencemaran mengakibatkan matinya ikan dan makhluk lainnya yang hidup di air. Akhirnya, manusia juga menderita kerugian.
Udara yang kita hirup adalah udara yang sangat kotor. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi pencemaran udara. Misalnya, membuat taman kota dan menanam pohon sebanyak-banyaknya.
RUSAKNYA FASILITAS UMUM
Banyak fasilitas umum dalam keadaan rusak atau tidak terpelihara. Banyak sarana transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal sudah tua dan kotor. Demikian juga fasilitas-fasilitas sosial lainnya seperti telpon umum, WC umum, tempat hiburan dan rekreasi, dan sebagainya. Fasilitas umum memang dipelihara dan dijaga oleh pemerintah. Meskipun demikian, masyarakat harus membantu merawat dan menjaga supaya tidak cepat rusak. Kalau ada fasilitas umum yang rusak, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang.
PRILAKU TIDAK DISIPLIN
Contoh perilaku tidak disiplin di jalan raya antara lain :
1. Menjalankan kendaraan melawan arus. Hal ini umumnya dilakukan pengendara sepeda motor.
2. Mengendarai sepeda motor di tempat yang bukan semestinya, misalnya di trotoar dan jalur cepat.
3. Pengandara mobil yang parkir sembarangan.
4. Angkot dan bis sering berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
5. Pejalan kaki menyebrang jalan meskipun rambu untuk pejalan kaki menyala merah. Banyak juga pejalan kaki yang menyeberang bukan pada tempat semestinya.
PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN ALKOHOL
Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah sosial yang sangat serius. Pemakai narkoba akan kecanduan. Zat-zat itu perlahan-lahan merusak tubuh pemakainya. Banyaknya peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan.
Negara kita memiliki hukum yang sangat keras yang mengatur peredaran narkoba. Siapa yang berani mengedarkan narkoba jenis apapun akan dihukum mati. Demikian pula penggunaan alkohol. Negara kita juga memiliki undang-undang yang melarang penjualan alkohol di sembarang tempat.
KELANGKAAN BARANG-BARANG KEBUTUHAN
Barang-barang kebutuhan yang sering langka antara lain minyak tanah dan minyak sayur. Kelangkaan barang-barang kebutuhan sehari-hari meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, kelangkaan barang-barang termasuk masalah sosial. Pemerintah mempunyai tugas memastikan bahwa persediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari cukup.
KEMISKINAN
Kemiskinan menjadi masalah sosial karena ketika kemiskinan mulai merabah atau bertambah banyak maka angka kriminalitas yang ada akan meningkat. Pusaran arus besar pemikiran sekitar kita saat ini menerjemahkan kemiskinan sebagai pangkal penyebab masalah sosial dan ekonomi
CARA MENGATASI MASALAH SOSIAL
PERAN ORANGTUA
-Dengan bekerja sebaik mungkin memenuhi kebutuhan keluarga agar dengan perekonomian keluarga yang sehat tidak akan berdampak pada terjadinya persoalan ekonomi keluarga yang akan menyerempet kehidupan masyarakat di sekitarnya.
-Dengan memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya bukan hanya sekedar menyekolahkan mereka tapi juga dengan senantiasa memberi nasehat saat dirumah.
-Dengan memberi tambahan ilmu agama pada anak-anaknya merupakan langkah tepat dalam mengatasi dan menghindari masalah sosial. Sebab agama akan menuntun mereka berprilaku lebih baik sehingga kehidupan berbudaya dapat berjalan dengan baik.
PERAN GOLONGAN TERTENTU
-Bagi seorang pengusaha misalnya dengan memberikan bantuan modal pada anak muda yang ingin berbisnis atau menyediakan fasilitas belajar bagi mereka.
-Untuk tokoh agama tentunya banyak melakukan penyuluhan dan nasehat-nasehat yang mengena di hati orang-orang agar mudah diterima.
-Sedang untuk lembaga sosial, misalnya organisasi kemasyarakatan, sebaiknya banyak melakukan penelitian soal keadaan sosial di daerahnya dan kemudian menerapkan pemecahannya dengan melibatkan banyak orang dan lain sebagainya.
PERAN PEMERINTAH
-Diantara yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan mendirikan lembaga khusus yang menangani persoalan-persoalan tertentu, misalnya penyuluhan anti narkoba,pelatihan ketenagakerjaan dan lain sebagainya.
-Selain itu menciptakan aturan-aturan yang tegas pada semua usaha yang di lakukan oleh pemerintah juga menjadi senjata ampuh dalam menjaga kelangsungan program-program tersebut.
Diferensiasi sosial
n  Pembedaan masyarakat secara horizontal, tanpa memandang secara bertingkat.
n  Diferensiasi dibedakan dengan stratifikasi sosial.
Diferensiasi sosial : Perbedaan Ras, perbedaan ciri sosial, perbedaan budaya
n  Perbedaan Ras: Diferensiasi sosial berdasar ciri fisik. Ciri fisik meliputi: warna kulit, bentuk mata, bentuk hidung, bentuk rambut.
n  Perbedaan ciri sosial : Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan fungsi dan peran sosial; perbedaan profesi.Perbedaan profesi: guru, dokter, pedagang, pengacara.
n  Perbedaan ciri Budaya: Diferensiasi sosial berdasarkan latar adat istiadat yang berbeda. Keragaman suku menyebabkan perbedaan budaya, kebiasaan, adat di masyarakat.
Implikasi diferensiasi sosial : Konflik, Integrasi dan disintegrasi
n  Interseksi : Interseksi = persilangan dua kelompok atau lebih dari kelas sosial yang berbeda dalam kelompok-kelompok sosial masyarakat yang majemuk. Saluran berupa: perkawinan, perekonomian, politik, pendidikan.
n  Konsolidasi : Penguatan penguatan keanggotaan masyarakat dalam kelompok-kelompok social.
n  Etnosentrisme : Etnosentrisme = sikap/pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri. Biasanya disertai dengan sikap dan pandangan meremehkan masyarakat dan kebudayaan lainnya.
n  Primordialisme : Faham/ide dari anggota masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk berkelompok sehingga terbentuklah suku-suku, bangsa, perkumpulan, kekerabatan dengan maksud memperkokoh persatuan dan kesatuan di antara mereka sekaligus mempertahankan identitas dirinya sebagai satu kesatuan kekerabatan, asal usul, adat istiadat dan budaya.
n  Chauvinisme : Faham yang mengagungkan asal usul bangsanya, dengan merendahkan bangsa lain.
STRATIFIKASI SOSIAL
          Pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia dengan derajat yang sama.  Hal ini terlihat dari pernyataan “Dihadapan Tuhan semua orang adalah sama yang mebedakannya adalah iman & takwanya” atau kalimat “Di hadapan hukum semua orang adalah sama” atau “berdiri sama tinggi duduk sama rendah.” Namun kenyataan di masyarakat menunjukkan adanya penghargaan yang berbeda terhadap individu berdasarkan kelebihan yang dimilikinya.
          Menurut Soerjono Soekanto, kriteria yang dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat kepada lapisan tertentu adalah berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1. Kekayaan.
          Semakin besar pendapatan seseorang, semakin besar kesempatan memiliki banyak harta benda dan semakin besar peluangnya untuk menduduki strata atas.
2. Kekuasaan.
          Kekuasaan berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menentukan kehendaknya terhadap orang lain. Anggota masyarakat yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati strata atas.
3.    Keturunan (kehormatan).
          Kriteria keturunan ini terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Dalam masyarakat feodal, keluarga raja atau bangsawan menempati strata atas. Seperti gelar Raden di Jawa Tengku di Aceh, I Gde di Bali, dan lain sebagainya.
4.   Pendidikan dan ilmu pengetahuan.
          Dalam masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan, orang yang memiliki keahlian atau profesionalis akan mendapatkan penghargaan yang lebih besar. Seperti dokter, hakim, profesor.
STRATIFIKASI SOSIAL
          Pembedaan anggota masyarakat berdasarkan status yang dimilikinya dalam sosiologi dinamakan Stratifikasi Sosial.
          Adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (Pitirim Sorokin)
          Stratifikasi sosial merupakan gejala universal dan merupakan bagian dari sistem sosial masyarakat.
          Di masyarakat yang sederhana, wujud stratifikasi sosial terlihat pada:
  1. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan hak dan kewajiban
  1. Adanya pemimpin kelompok atau suku yang berpengaruh dan memiliki hak istimewa.
  2. Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri.
  3. Adanya orang-orang yang dikucilkan di luar kasta.
Unsur – unsur Lapisan Masyarakat
          Kedudukan (Status)
          Peranan (Role)
STATUS = Tempat seseorang dalam kelompok sosial.
Macam Konsep Status:
1. Ascribed Status.
                Kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan kemampuan. Diperolehnya melalui kelahiran.
2. Achieved Status
                Kedudukan yang diperoleh dengan usaha tertentu yang disengaja.
3. Assigned Status
                Suatu kelompok memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang karena jasa-jasanya yang besar kepada kelompok tersebut.
Menurut Ralph Linton, sejak lahir orang memperoleh sejumlah status tanpa memandang kemampuan.
                Status yang diperoleh dengan sendirinya antara lain status berdasarkan:
1.             Usia
2.             Jenis kelamin
3.             Hubungan kekerabatan
4.             Keanggotaan dalam kelompok tertentu seperti kasta dan kelas.
                Ad, 1. Stratifikasi usia.
                Stratifikasi yang membedakan warga masyarakat berdasarkan usia seseorang.
          Anggota masyarakat yang berusia lebih muda mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda dengan anggota masyarakat yang lebih tua.
          Dalam hukum adat suatu masyarakat tertentu anak sulung mempunyai kewenangan lebih besar daripada adik-adiknya, bisa juga memperoleh prioritas dalam pewarisan harta atau kekuasaan.
                Contoh:
          Elizabeth, putri sulung dari George, Raja Inggris, mewarisi tahta kerajaan Inggris tatkala ayahnya meninggal dunia pada tahun 1952.
          Kaisar Jepang, Hirohito, mewarisi tahtanya pada putra sulungnya, Akihito.
          Ratu Wilhelmina dari Belanda mewarisi tahtanya pada Ratu Juliana dari Belanda dan saat meninggal ia mewarisi tahtanya pada putri sulungnya, Beatrix.
Ad. 2. Stratifikasi jenis kelamin
          Stratifikasi yang membedakan warga masyarakat berdasarkan jenis kelamin seseorang.
          Sejak dilahirkan pria dan wanita memperoleh hak dan kewajiban yang berbeda. Dalam banyak masyarakat status pria lebih tinggi dari wanita. Partisipasi wanita dalam dunia kerja relatif terbatas dibandingkan dengan pria bekerja.
                Ad.3. Stratifikasi berdasarkan hubungan kekerabatan
          Status yang didapatkan individu karena memiliki hubungan dengan individu tertentu yang menduduki strata tertentu.
Contohnya:
          Corazon Aquino, yang terpilih menjadi Presiden setelah suaminya wafat.
          Megawati Soerkarno Putri, yang tepilih menjadi Presiden setelah ayahnya wafat.
          Benazir Bhutto yang menjadi Perdana Mentri Pakistan, setelah ayahnya Zulfikar Ali Bhutto dihukum mati.
Ad.3. Stratifikasi berdasarkan hubungan kekerabatan
          Status yang didapatkan individu karena memiliki hubungan dengan individu tertentu yang menduduki strata tertentu.
Contohnya:
          Corazon Aquino, yang terpilih menjadi Presiden setelah suaminya wafat.
          Megawati Soerkarno Putri, yang tepilih menjadi Presiden setelah ayahnya wafat.
          Benazir Bhutto yang menjadi Perdana Mentri Pakistan, setelah ayahnya Zulfikar Ali Bhutto dihukum mati.
Dalam masyarakat India, dijumpai empat kasta yaitu:
          1.             Kasta Brahmana, merupakan kasta para pendeta.
          2.             Kasta Ksatria, merupakan kasta para bangsawan & tentara
          3. Kasta Vaicya / Vidya, merupakan kasta para pedagang
          4. Kasta Sudra, merupakan kasta orang biasa, rakyat jelata.
          Mereka yang tak berkasta adalah dimasukkan kedalam golongan Paria.
          Sistem Kasta di India dijumpai pula di Amerika Serikat dimana terdapat pemisahan yang tajam antara golongan kulit putih dengan golongan kulit berwarna. Sistem tersebut dikenal dengan istilah Segregation yang sebenarnya tidak berbeda dengan sistem apartheid di Uni Afrika Selatan.
Stratifikasi yang lainnya
Stratifikasi pendidikan
        Stratifikasi yang membedakan warga masyarakat berdasarkan jenjang pendidikan tertinggi yang diraih.
Stratifikasi pekerjaan
          Stratifikasi yang membedakan warga masyarakat berdasarkan pekerjaan yang dilakukan.
          Di bidang pekerjaan modern, kita mengenal berbagai klasifikasi yang mencerminkan stratifikasi pekerjaan seperti pembedaan antara manajer serta tenaga eksekutif dan tenaga admistratif. Antara asisten dosen, lektor dan guru besar.
Stratifikasi ekonomi
          Stratifikasi yang membedakan warga masyarakat berdasarkan pekerjaan, penguasaan dan pemilikan materi.
PERANAN (ROLE)
          Peranan merupakan aspek yang dinamis dari suatu kedudukan (status). Peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari orang memiliki status. Antara status dan peranan tidak dapat dipisahkan. Tidak ada peranan tanpa status. Status tidak berfungsi tanpa peranan. Contohnya dalam kelas seorang siswa tidak akan bisa mengatur ketertiban jika ia tidak memiliki status sebagai ketua kelas.
          Peranan menentukan apa yang diperbuatnya bagi masyarakat, serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya.
          Terkadang timbul pula apa yang dinamakan konflik peranan, yaitu ketika orang harus memilih peranan dari dua status atau lebih yang dia miliki. Contohnya seorang wanita yang merupakan ibu rumah tangga tapi juga sebagai wanita karir. Saat putrinya sakit, dia harus memilih untuk tetap ke kantor atau membawa putrinya berobat ke dokter.
          Konflik status bisa juga terjadi antar individu, misalnya suami dengan istrinya. Juga bisa terjadi antara kelompok atau institusi, misalnya Mahkamah Agung dengan Mahkamah Yudisial.
AKIBAT STRATIFIKASI
          Menurut Moore dan Davis, stratifikasi dibutuhkan demi kelangsungan hidup masyarakat. Dalam masyarakat terdapat status-status yang harus ditempati agar masyarakat dapat berlangsung.
          Stratifikasi timbul karena dalam masyarakat berkembang pembagian kerja yang memungkinkan perbedaan kekayaan, kekuasaan dan prestise.


Komentar

Postingan Populer